Brigade al-Qassam Hamas Habisi 50 Anggota Geng Kriminal Abu Shabab Antek Israel di Gaza

Kamis, 12 Juni 2025 - 11:32 WIB
loading...
Brigade al-Qassam Hamas...
Brigade al-Qassam Hamas telah membunuh 50 anggota geng kriminal Abu Shabab yang dipersentai Israel di Gaza. Foto/via Palestine Chronicle
A A A
GAZA - Geng kriminal pimpinan Yasser Abu Shabab yang dipersenjatai Israel telah menjadi target serangan Hamas dan kelompok perlawanan Palestina lainnya. Sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, dilaporkan telah membunuh 50 anggota geng kriminal yang menjadi antek rezim Zionis tersebut.

Geng kriminal Abu Shabab selama ini beroperasi di bawah perlindungan tentara Israel di wilayah timur Rafah, Gaza selatan.

Sumber keamanan Gaza mengonfirmasi bahwa para pejuang perlawanan Palestina terlibat dalam konfrontasi larut malam pada hari Selasa dengan anggota geng Abu Shabab. Pertempuran meningkat hingga pesawat nirawak Israel dikerahkan untuk menyelamatkan para pemimpin geng.

Baca Juga: Terungkap, Israel Persenjatai Geng Kriminal Abu Shabab di Gaza untuk Lemahkan Hamas

Mengutip laporan Palestine Chronicle, Kamis (12/6/2025), setidaknya 50 anggota geng kriminal itu telah dibunuh oleh pasukan Brigade al-Qassam.

Sumber keamanan Palestina mengatakan kepada Al-Jazeera bahwa Abu Shabab dan wakilnya, Ghassan Al-Dahini, memiliki catatan kriminal yang panjang. Geng tersebut dilaporkan direkrut dan dipersenjatai oleh pasukan pendudukan Israel pada akhir tahun 2024, dan memperoleh tempat berlindung yang aman di wilayah yang dikuasai Israel di tenggara Rafah.

Kelompok bersenjata tersebut bercokol di dekat persimpangan Kerem Shalom, titik masuk utama bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Dari lokasi yang strategis ini, geng tersebut dilaporkan mencegat konvoi kemanusiaan, menjual kembali barang curian kepada warga sipil, dan menggunakan hasil penjualannya untuk memperluas jaringan rekrutannya.

Menurut sumber yang sama, tentara Israel secara langsung mengawasi persenjataan dan rehabilitasi Abu Shabab, yang menyebut dirinya sebagai pemimpin dari apa yang disebut "Pasukan Populer".

Dia sekarang memimpin kelompok yang memblokir konvoi bantuan dan menyerang warga sipil di dekat persimpangan Karam Abu Salem (Kerem Shalom).

Abu Shabab telah menjalani hukuman 25 tahun penjara sejak 2015 atas tuduhan terkait perdagangan dan distribusi narkoba. Dia melarikan diri dari penjara Khan Younis pada hari-hari awal serangan Israel ke Gaza pada Oktober 2023, selama gelombang pengeboman.

Segera setelah itu, dia menjalin kembali kontak dengan intelijen Israel dan mulai mengatur jaringan bersenjata saat ini dari markasnya di Rafah, tempat kelahirannya.

Surat kabar Israel Maarivmelaporkan bahwa Shin Bet (dinas keamanan internal Israel) berada di balik pembentukan geng Abu Shabab.

Mengutip sumber intelijen senior Zionis, surat kabar tersebut melaporkan bahwa kepala Shin Bet Ronen Bar mengusulkan inisiatif tersebut kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai bagian dari program percontohan untuk menetapkan aturan alternatif bagi Hamas di wilayah terbatas Gaza.

Rencana Israel tersebut dilaporkan melibatkan distribusi senjata yang terkendali kepada anggota geng, sebagian besar individu dengan latar belakang kriminal yang direkrut untuk bertindak sebagai tentara bayaran.

Namun, lembaga keamanan Israel dikatakan tidak memiliki ilusi tentang kelangsungan hidup kelompok tersebut sebagai otoritas alternatif yang sejati di Gaza.

Profil dan Catatan Kriminal Geng Abu Shabab


Wakil pemimpin geng, Ghassan Al-Dahini, lahir di Rafah pada tahun 1987, telah muncul sebagai ahli strategi utama kelompok tersebut, menurut laporan Al-Jazeera.

Sebelumnya, dia berafiliasi dengan Tentara Islam yang sekarang sudah tidak ada lagi, di mana dia memainkan peran penting dalam mengelola rute penyelundupan dan berhubungan dengan kelompok militan di Sinai, sebelum dikeluarkan karena pelanggaran etika.

Al-Dahini ditangkap dua kali oleh dinas keamanan Gaza, pada tahun 2020 dan 2022, atas berbagai tuduhan kriminal. Saudaranya, Walid, meninggal karena bunuh diri di penjara Gaza pada tahun 2018 saat ditahan atas tuduhan narkoba.

Anggota terkenal lainnya, Issam al-Nabahin dari kamp pengungsi Nuseirat, dijatuhi hukuman mati setelah membunuh seorang polisi Palestina selama upaya penangkapan. Dia melarikan diri dari penjara saat perang pecah dan sejak itu bergabung dengan pasukan Abu Shabab. Catatan kriminalnya mencakup pelanggaran etika dan keuangan yang serius.

Bentrokan antara geng Abu Shabab dan pasukan keamanan Gaza kembali terjadi pada Selasa malam. Serangan pesawat nirawak Israel menargetkan para pejuang perlawanan Palestina selama konfrontasi, menewaskan empat orang.

Militer Israel telah berulang kali melakukan intervensi untuk melindungi geng tersebut selama bentrokan, sebuah pola yang menggarisbawahi peran mereka dalam strategi Israel yang lebih luas untuk mendorong ketidakstabilan di Jalur Gaza.

Meskipun geng tersebut mengeklaim berafiliasi dengan apa yang disebutnya "legitimasi Palestina", Mayor Jenderal Anwar Rajab, juru bicara pasukan keamanan Otoritas Palestina, membantah adanya hubungan apa pun.

"Badan keamanan kami tidak bekerja sama dengan kelompok yang beroperasi dengan nama perorangan," katanya.

Seorang sumber senior dalam aparat keamanan perlawanan Gaza mengonfirmasi bahwa Abu Shabab dan rekan-rekannya sedang dilacak. Intelijen dan operasi lapangan telah ditingkatkan untuk menangkap atau melenyapkan geng tersebut.

Strategi ini diperjelas dalam sebuah video yang dirilis oleh Brigade al-Qassam pada akhir Mei, yang menunjukkan penyergapan yang menargetkan anggota geng tersebut di Rafah timur.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Putin Puji Trump: Pemimpin...
Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi
Rekomendasi
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Sepatu Pink Jadi Tren...
Sepatu Pink Jadi Tren di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Infografis
Langgar Gencatan Senjata,...
Langgar Gencatan Senjata, Israel Gelar Serangan Udara di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved