Profil Greta Thunberg, Aktivis Kemanusiaan yang Ditangkap Israel Sebelum Masuk Gaza

Kamis, 12 Juni 2025 - 01:10 WIB
loading...
Profil Greta Thunberg,...
Greta Thunberg dikenal sebagai aktivis kemanusiaan. Foto/X/@RimabestRima12
A A A
GAZA - Aktivis iklim Greta Thunberg gagal menjalankan misi kemanusiaannya ke Gaza setelah dideportasi oleh otoritas Israel. Thunberg dan sejumlah rekannya dicegat saat mereka tengah berada di atas kapal bernama Madleen yang sedang menuju wilayah Gaza.

Perjalanan tersebut dilakukan pada Senin, 9 Juni 2025. Dalam perjalanannya, Thunberg sempat membagikan beberapa momen di media sosial, termasuk foto dirinya di atas kapal sambil mengibarkan bendera Palestina sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Gaza yang terdampak konflik.

Namun, kapal mereka dihentikan oleh pihak Israel. Thunberg dan rekan-rekannya kemudian ditahan untuk beberapa waktu. Setelah penahanan tersebut, sejumlah aktivis dipulangkan ke negara asal masing-masing, termasuk Greta Thunberg yang akhirnya kembali ke Paris.

Setibanya di Paris, Thunberg memberikan pernyataan kepada media. Ia menuduh pasukan Israel telah melakukan penyerangan dan penculikan secara ilegal. Menurutnya, tindakan tersebut tidak berdasar karena ia dan timnya tidak melanggar hukum apa pun selama perjalanan kemanusiaan tersebut.

Menanggapi tudingan tersebut, Pemerintah Israel membantah keras bahwa pihaknya telah melakukan penculikan. Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri, Israel menyatakan bahwa tindakan mereka merupakan bagian dari prosedur hukum. Deportasi dilakukan karena kapal yang digunakan Thunberg memasuki zona yang dinilai melanggar aturan keamanan nasional.

Profil Greta Thunberg

Greta Thunberg lahir pada Agustus 2003 di Stockholm, Swedia. Pengalamannya melihat dampak perubahan iklim sejak kecil, seperti laporan tentang burung mati karena plastik, mendorongnya untuk bertindak sejak usia sekitar 8–9 tahun.

Ketika usianya baru 15 tahun pada Agustus 2018, Greta memulai aksi protes sendirian di luar Gedung Parlemen Swedia dengan spanduk bertuliskan “Skolstrejk för klimatet” (mogok sekolah demi iklim).

Aksi tersebut berubah menjadi gerakan global bernama Fridays for Future, yang kemudian mengilhami jutaan pelajar di lebih dari 270 kota di dunia untuk melakukan mogok serupa demi menuntut aksi nyata legislatif terhadap perubahan iklim.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 5.000 Jiwa
Perayaan Juara Spanyol...
Perayaan Juara Spanyol Makan Korban, Remaja 13 Tahun Tewas gegara Air Mancur Roboh
Rekomendasi
Bukan Sakit Biasa, Mas...
Bukan Sakit Biasa, Mas Den Ungkap Kejanggalan sebelum Ayahnya Meninggal
Paripurna DPR Setujui...
Paripurna DPR Setujui Wahidah Suaib Jadi Anggota Ombudsman Pengganti Hery Susanto
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Berita Terkini
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved