Trump dan Elon Musk Bertikai Sengit, Para Pegawai DOGE Khawatir akan Dipecat DOGE
Selasa, 10 Juni 2025 - 18:30 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump dan miliarder Elon Musk di Gedung Putih. Foto/white house
A
A
A
WASHINGTON - Para pegawai Departemen Efisiensi Pemerintah Amerika Serikat (DOGE) khawatir mereka bisa menjadi target berikutnya dari upaya pemotongan biaya yang mereka bantu terapkan menyusul keretakan antara Presiden Donald Trump dan mantan kepala DOGE Elon Musk. Kabar itu dilaporkan Wall Street Journal (WSJ).
Diluncurkan Trump untuk memangkas pengeluaran federal, DOGE beroperasi lebih seperti satuan tugas swasta daripada badan pemerintah pada umumnya.
Di bawah kepemimpinan Musk, DOGE telah memangkas berbagai program, membatalkan hibah, dan mengakhiri sejumlah proyek pemerintah.
Inisiatif tersebut juga membantu membubarkan Departemen Pendidikan dan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID).
Namun, masa depan DOGE diragukan setelah Musk mengundurkan diri akhir bulan lalu, diikuti perseteruan publik dengan presiden atas paket pajak dan pengeluaran besar.
“Saya khawatir dengan kepergian Elon, tidak ada yang akan bergabung (DOGE), dan itu akan perlahan memudar,” ujar Sahil Lavingia, mantan insinyur perangkat lunak DOGE di Departemen Urusan Veteran, kepada WSJ selama akhir pekan.
"Bekerja di DOGE terasa seperti mendorong batu besar ke atas gunung, dan batu itu akan jatuh kembali jika pekerjaan tidak dilanjutkan," papar dia.
Kepergian Musk, bersama dengan kepergian sekutu dekatnya termasuk Steve Davis, yang mengelola operasi harian DOGE, telah menambah keresahan staf.
Grup teks di antara karyawan yang berafiliasi dengan DOGE dilaporkan ramai pekan lalu dengan kekhawatiran tentang potensi PHK saat perseteruan Trump-Musk meningkat.
Perselisihan atas RUU fiskal "Besar yang Indah" Trump berubah buruk pada hari Kamis, dengan kedua pria saling mengejek di media sosial.
Trump mengatakan dia "kecewa" dengan Musk, yang pada gilirannya menuduh presiden "tidak tahu berterima kasih," mendukung seruan untuk pemakzulannya, dan mengancam akan menghentikan program luar angkasa AS dengan menghentikan pesawat ruang angkasa Dragon.
Trump membalas, menyebut miliarder itu "gila" dan mengklaim Musk marah karena Trump "mencabut mandat EV-nya."
CEO Tesla menanggapi dengan tuduhan yang menghubungkan Trump dengan pedofil yang sudah meninggal, Jeffrey Epstein, tetapi kemudian menghapus postingan tersebut.
"Menurut saya, Elon mengira dia adalah wakil presiden, dan semua orang kecuali Elon tahu itu tidak akan pernah terjadi," ujar Senator Partai Republik Kevin Cramer.
“Sekarang, perasaan Musk tampaknya terluka," imbuh dia.
Meskipun ada dampak buruk, pemerintahan Trump tetap mendukung DOGE, tulis WSJ.
Juru bicara Gedung Putih Harrison Fields membela program tersebut, dengan mengatakan, "Kesuksesan Trump melalui DOGE tidak terbantahkan, dan kerja (presiden) akan terus menghasilkan hasil yang bersejarah."
DOGE mengklaim telah menghemat sekitar USD175 miliar dana pembayar pajak, meskipun para ahli anggaran dilaporkan mempertanyakan angka tersebut.
Baca juga: Rusia Usulkan Pemindahan Kantor Pusat PBB dari AS, Apa Alasannya?
Diluncurkan Trump untuk memangkas pengeluaran federal, DOGE beroperasi lebih seperti satuan tugas swasta daripada badan pemerintah pada umumnya.
Di bawah kepemimpinan Musk, DOGE telah memangkas berbagai program, membatalkan hibah, dan mengakhiri sejumlah proyek pemerintah.
Inisiatif tersebut juga membantu membubarkan Departemen Pendidikan dan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID).
Namun, masa depan DOGE diragukan setelah Musk mengundurkan diri akhir bulan lalu, diikuti perseteruan publik dengan presiden atas paket pajak dan pengeluaran besar.
“Saya khawatir dengan kepergian Elon, tidak ada yang akan bergabung (DOGE), dan itu akan perlahan memudar,” ujar Sahil Lavingia, mantan insinyur perangkat lunak DOGE di Departemen Urusan Veteran, kepada WSJ selama akhir pekan.
"Bekerja di DOGE terasa seperti mendorong batu besar ke atas gunung, dan batu itu akan jatuh kembali jika pekerjaan tidak dilanjutkan," papar dia.
Kepergian Musk, bersama dengan kepergian sekutu dekatnya termasuk Steve Davis, yang mengelola operasi harian DOGE, telah menambah keresahan staf.
Grup teks di antara karyawan yang berafiliasi dengan DOGE dilaporkan ramai pekan lalu dengan kekhawatiran tentang potensi PHK saat perseteruan Trump-Musk meningkat.
Perselisihan atas RUU fiskal "Besar yang Indah" Trump berubah buruk pada hari Kamis, dengan kedua pria saling mengejek di media sosial.
Trump mengatakan dia "kecewa" dengan Musk, yang pada gilirannya menuduh presiden "tidak tahu berterima kasih," mendukung seruan untuk pemakzulannya, dan mengancam akan menghentikan program luar angkasa AS dengan menghentikan pesawat ruang angkasa Dragon.
Trump membalas, menyebut miliarder itu "gila" dan mengklaim Musk marah karena Trump "mencabut mandat EV-nya."
CEO Tesla menanggapi dengan tuduhan yang menghubungkan Trump dengan pedofil yang sudah meninggal, Jeffrey Epstein, tetapi kemudian menghapus postingan tersebut.
"Menurut saya, Elon mengira dia adalah wakil presiden, dan semua orang kecuali Elon tahu itu tidak akan pernah terjadi," ujar Senator Partai Republik Kevin Cramer.
“Sekarang, perasaan Musk tampaknya terluka," imbuh dia.
Meskipun ada dampak buruk, pemerintahan Trump tetap mendukung DOGE, tulis WSJ.
Juru bicara Gedung Putih Harrison Fields membela program tersebut, dengan mengatakan, "Kesuksesan Trump melalui DOGE tidak terbantahkan, dan kerja (presiden) akan terus menghasilkan hasil yang bersejarah."
DOGE mengklaim telah menghemat sekitar USD175 miliar dana pembayar pajak, meskipun para ahli anggaran dilaporkan mempertanyakan angka tersebut.
Baca juga: Rusia Usulkan Pemindahan Kantor Pusat PBB dari AS, Apa Alasannya?
(sya)
Lihat Juga :