Memalukan, Inggris dan Prancis Batalkan Rencana untuk Akui Negara Palestina

Selasa, 10 Juni 2025 - 09:14 WIB
loading...
Memalukan, Inggris dan...
Presiden Prancis Emmanuel Macron. Inggris dan Prancis batalkan rencana untuk mengakui Negara Palestina. Foto/Anadolu
A A A
LONDON - Rencana Inggris dan Prancis untuk mengakui Negara Palestina pada konferensi perdamaian internasional di New York pada 17-20 Juni nanti telah ditangguhkan. Ini menandai perubahan sikap yang memalukan dari duo Eropa itu hanya beberapa minggu setelah keduanya sesumbar akan mengakui Negara Palestina sebagai respons atas genosida Israel di Gaza.

Konferensi tiga hari mendatang, yang disponsori bersama oleh Prancis dan Arab Saudi, awalnya dibingkai sebagai terobosan diplomatik yang dapat membuat kekuatan-kekuatan besar Barat mengakui Negara Palestina sebagai masalah prinsip.

Namun, para diplomat Barat sekarang telah mengonfirmasi kepada The Guardian bahwa acara tersebut malah akan berfokus pada "langkah-langkah menuju pengakuan" yang samar-samar.

Baca Juga: Prancis Akan Mengakui Negara Palestina pada Juni

Pembalikan sikap tersebut terjadi meskipun London dan Paris baru-baru ini berjanji untuk mengevaluasi kembali pendekatan mereka mengingat kampanye pengeboman Israel yang menghancurkan di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 55.000 warga Palestina—kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak—, dan perluasan permukiman yang agresif di Tepi Barat yang diduduki secara ilegal.

Pejabat Israel sebelumnya menyetujui 22 permukiman baru di Tepi Barat, yang oleh Menteri Pertahanan saat itu, Yoav Gallant, digambarkan sebagai langkah strategis yang mencegah berdirinya Negara Palestina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved