Memalukan, Inggris dan Prancis Batalkan Rencana untuk Akui Negara Palestina
Selasa, 10 Juni 2025 - 09:14 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, dukungan publik untuk kenegaraan Palestina terus tumbuh di seluruh Eropa. Irlandia, Spanyol, dan Norwegia secara resmi mengakui Negara Palestina tahun lalu, dan beberapa anggota Parlemen Inggris dari Partai Konservatif, termasuk mantan Jaksa Agung Sir Jeremy Wright, telah keluar dari barisan untuk mendukung pengakuan tersebut.
Arab Saudi, tuan rumah bersama konferensi di New York, telah berulang kali menuduh Israel melakukan genosida di Gaza, dan tampaknya ada sedikit prospek bagi Riyadh untuk menormalisasi hubungan dengan Tel Aviv.
Para analis mencatat bahwa visi Prancis, yang bersama negara-negara Barat, akan mengakui Negara Palestina sebagai imbalan atas normalisasi hubungn Arab dengan Israel, dengan cepat runtuh dalam menghadapi eskalasi Israel dan kemarahan publik di seluruh dunia Arab.
Warga Palestina dan para pendukungnya kemungkinan akan melihat perubahan sikap terbaru Inggris dan Prancis ini sebagai contoh lain dari kepalsuan Barat, yang menawarkan dukungan retoris sambil terus melindungi Israel dari akuntabilitas.
The Elders, sekelompok mantan negarawan global, mendesak Macron dalam surat terbuka untuk memperlakukan pengakuan Negara Palestina sebagai "langkah transformatif menuju perdamaian", dan tidak memandang hak menentukan nasib sendiri warga Palestina sebagai alat yang harus dinegosiasikan dengan Israel.
Arab Saudi, tuan rumah bersama konferensi di New York, telah berulang kali menuduh Israel melakukan genosida di Gaza, dan tampaknya ada sedikit prospek bagi Riyadh untuk menormalisasi hubungan dengan Tel Aviv.
Para analis mencatat bahwa visi Prancis, yang bersama negara-negara Barat, akan mengakui Negara Palestina sebagai imbalan atas normalisasi hubungn Arab dengan Israel, dengan cepat runtuh dalam menghadapi eskalasi Israel dan kemarahan publik di seluruh dunia Arab.
Warga Palestina dan para pendukungnya kemungkinan akan melihat perubahan sikap terbaru Inggris dan Prancis ini sebagai contoh lain dari kepalsuan Barat, yang menawarkan dukungan retoris sambil terus melindungi Israel dari akuntabilitas.
The Elders, sekelompok mantan negarawan global, mendesak Macron dalam surat terbuka untuk memperlakukan pengakuan Negara Palestina sebagai "langkah transformatif menuju perdamaian", dan tidak memandang hak menentukan nasib sendiri warga Palestina sebagai alat yang harus dinegosiasikan dengan Israel.
(mas)
Lihat Juga :