Setelah Finlandia, Inggris dan Belanda, Prancis Bangun Pabrik Drone di Ukraina

Senin, 09 Juni 2025 - 15:45 WIB
loading...
A A A
Beberapa mitra Eropa baru-baru ini berinvestasi dalam produksi pesawat nirawak di Ukraina

Finlandia telah mendirikan pabrik pembuatan pesawat nirawak bekerja sama dengan mitra Ukraina untuk memproduksi pesawat nirawak bagi Ukraina dan UE, dengan produksi massal dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2025.

Belanda telah mengumumkan investasi sebesar €700 juta (USD798 juta) untuk memajukan teknologi pesawat nirawak dan mendukung industri pertahanan Ukraina.

Menurut Jean-Paul Perruche, Letnan Jenderal dan mantan Direktur Jenderal Staf Militer Uni Eropa, yang dikutip oleh LCI, Prancis hingga saat itu "tidak cukup siap" untuk menghadapi pergolakan dalam praktik peperangan ini: "Saya bekerja di departemen penelitian staf angkatan darat, dan kami sudah membicarakan tentang pesawat nirawak pada akhir tahun 1980-an. Namun, konteksnya saat itu jauh dari intensitas tinggi. Saya pikir kami tertinggal dalam hal pesawat nirawak pada saat negara-negara seperti Amerika Serikat dan negara-negara lain seperti Tiongkok terus maju.

Sementara angkatan darat Prancis memiliki beberapa ribu pesawat nirawak (3.000 untuk angkatan darat), Ukraina bermaksud untuk menggunakan lebih dari 4,5 juta pesawat nirawak pada tahun 2025, yang bertanggung jawab atas 70% penghancuran peralatan musuh di garis depan.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Heboh! Polisi Geledah...
Heboh! Polisi Geledah Rumah Eks Wamen, 375 Kg Emas Batangan Ditemukan
Serangan AS Nyaris Hantam...
Serangan AS Nyaris Hantam Rumah Sakit Kanker Anak, Iran: Barbar!
Rekomendasi
MA-Kemenkum: Kepastian...
MA-Kemenkum: Kepastian Hukum dan Pemahaman BJR Penting dalam Pengambilan Keputusan di BUMN
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Infografis
Inggris dan Prancis...
Inggris dan Prancis Diam-diam Bahas Pengerahan Tentara ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved