Mulai Hari Ini, Warga dari 12 Negara Dilarang Masuk Amerika Serikat

Senin, 09 Juni 2025 - 06:29 WIB
loading...
Mulai Hari Ini, Warga...
Perintah Presiden Donald Trump yang melarang warga dari 12 negara memasuki AS mulai berlaku pada hari Senin (9/6/2024). Foto/Ilustrasi SINDO News
A A A
WASHINGTON - Perintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang melarang warga negara dari 12 negara memasuki AS mulai berlaku pada pukul 04.01 GMT pada hari Senin (9/6/2024) atau pukul 11.01 WIB. Trump berdalih kebijakan "travel ban" ini untuk melindungi negaranya dari "teroris asing".

Negara-negara yang terkena dampak travel ban atau larangan perjalanan terbaru Trump adalah Afghanistan, Myanmar, Chad, Republik Kongo, Guinea Ekuatorial, Eritrea, Haiti, Iran, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman.

Masuknya orang-orang dari tujuh negara lain—Burundi, Kuba, Laos, Sierra Leone, Togo, Turkmenistan, dan Venezuela—akan dibatasi sebagian.

Baca Juga: Donald Trump Larang Warga dari 12 Negara Masuk AS, Ini Daftarnya

Trump, presiden dari Partai Republik, mengatakan negara-negara yang menjadi sasaran pembatasan paling ketat itu dianggap menampung keberadaan teroris dalam skala besar, gagal bekerja sama dalam hal keamanan visa, tidak mampu memverifikasi identitas pelancong, serta pencatatan riwayat kriminal yang tidak memadai dan tingginya angka pelanggaran visa di Amerika Serikat.

Dia merujuk pada insiden pekan lalu di Boulder, Colorado, di mana seorang warga negara Mesir melemparkan bom bensin ke kerumunan demonstran pro-Israel sebagai contoh mengapa pembatasan baru itu diperlukan. Namun, Mesir tidak termasuk dalam daftar "travel ban".

Larangan perjalanan itu merupakan bagian dari kebijakan Trump untuk membatasi imigrasi ke Amerika Serikat dan mengingatkan dunia pada langkah serupa pada masa jabatan pertamanya ketika dia melarang pelancong dari tujuh negara mayoritas Muslim.

Para pejabat dan penduduk di negara-negara yang warganya akan segera dilarang masuk mengungkapkan rasa kecewa dan ketidakpercayaan.

Presiden Chad Mahamat Idriss Deby Itno mengatakan bahwa dia telah menginstruksikan pemerintahnya untuk menghentikan pemberian visa kepada warga negara AS sebagai tanggapan atas tindakan Trump.

Warga Afghanistan yang bekerja untuk AS atau proyek yang didanai AS dan berharap untuk bermukim kembali di AS menyatakan kekhawatiran bahwa larangan perjalanan akan memaksa mereka untuk kembali ke negara asal, di mana mereka dapat menghadapi pembalasan dari Taliban.

Para anggota Parlemen dari Partai Demokrat AS juga menyuarakan kekhawatiran tentang kebijakan tersebut.

“Larangan perjalanan Trump terhadap warga dari lebih dari 12 negara adalah kejam dan inkonstitusional,” kata anggota Parlemen AS Ro Khanna di media sosial. “Orang-orang memiliki hak untuk mencari suaka," ujarnya, seperti dikutip Reuters.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved