TikToker Terkenal Khaby Lame Ditahan Imigrasi AS, Ini Alasannya

Minggu, 08 Juni 2025 - 10:46 WIB
loading...
TikToker Terkenal Khaby...
Petugas imigrasi Amerika Serikat menahan TikToker dengan pengikut terbanyak di dunia, Khaby Lame. Foto/TikTok
A A A
WASHINGTON - Petugas imigrasi Amerika Serikat (AS) telah menahan TikToker dengan pengikut terbanyak di dunia, Khaby Lame . Alasannya, dia berada di Amerika melebihi masa berlaku visanya.

“Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) AS menahan Seringe Khabane Lame, 25 tahun, warga negara Italia, pada 6 Juni, di Bandara Internasional Harry Reid, Las Vegas, Nevada, karena pelanggaran imigrasi,” kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan kepada AFP, Minggu (8/6/2025).

Meski demikian, ICE menyatakan telah mengizinkan “keberangkatan sukarela” TikToker terkenal tersebut.

Baca Juga: Los Angeles Rusuh, Presiden Donald Trump Kerahkan 2.000 Tentara Garda Nasional

"Lame memasuki Amerika Serikat pada 30 April dan melewati ketentuan visanya,” imbuh ICE, seraya menambahkan bahwa dia dibebaskan juga pada 6 Juni.

Lame, yang merupakan duta besar UNICEF, telah meninggalkan AS.

Lame belum segera mengunggah insiden penahanannya tersebut ke publik hingga Sabtu sore.

Sejak berkuasa pada bulan Januari, Presiden AS Donald Trump telah memenuhi janji kampanye untuk memperketat kontrol imigrasi dan melakukan upaya deportasi massal—yang beberapa aspeknya telah ditentang di pengadilan AS.

Lame menempati posisi teratas di aplikasi media sosial TikTok yang sangat populer, dengan 162,2 juta pengikut dan menjadi terkenal karena video bisu pendeknya yang mengejek tutorial dan tips berbelit-belit yang banyak beredar di internet.

Dia menandai videonya dengan gerakan khasnya—telapak tangan menghadap ke langit, disertai dengan senyum penuh arti dan mata lebar—saat dia menawarkan solusi sederhana ala dirinya sendiri.

Ide untuk kontennya muncul saat dia berkeliling di proyek perumahan tempat keluarganya tinggal di Chivasso, dekat Turin, setelah kehilangan pekerjaan sebagai mekanik pabrik pada Maret 2020.

Menurut Forbes, postingannya melejit—membantunya meraup sekitar USD16,5 juta melalui kesepakatan pemasaran dengan sejumlah perusahaan dalam periode antara Juni 2022 dan September 2023.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved