Siapa Madhavi Latha? Profesor yang Menghabiskan 17 Tahun di Proyek Jembatan Kereta Api Tertinggi di Dunia

Minggu, 08 Juni 2025 - 04:40 WIB
loading...
Siapa Madhavi Latha?...
Madhavi Latha menghabiskan 17 tahun di proyek jembatan kereta api tertinggi di dunia. Foto/X/@iiscbangalore
A A A
NEW DELHI - Profesor G Madhavi Latha berkontribusi selama 17 tahun sebagai konsultan geoteknik untuk pembangunan jembatan tersebut.

Jembatan Chenab di Jammu dan Kashmir adalah jembatan kereta api tertinggi di dunia. Jembatan ini diresmikan oleh Perdana Menteri India Narendra Modi pada hari Jumat.

Proyek ini merupakan bagian dari Jalur Kereta Api Udhampur-Srinagar-Baramulla (USBRL) sepanjang 272 km dan disetujui pada tahun 2003.

Salah satu kontributor utama keberhasilan pembangunan jembatan tersebut adalah Profesor G Madhavi Latha. Seorang profesor di Institut Sains India (IISc) di Bengaluru, ia terlibat selama 17 tahun dalam proyek Jembatan Chenab sebagai konsultan geoteknik.

G Madhavi Latha bekerja sama erat dengan Afcons, kontraktor jembatan, dalam perencanaan, desain, dan konstruksi struktur, dengan fokus pada kendala yang ditimbulkan oleh medan.

Siapa Madhavi Latha? Profesor yang Menghabiskan 17 Tahun di Proyek Jembatan Kereta Api Tertinggi di Dunia

1. Ahli Geo Teknik

Melansir NDTV, saat ini ia adalah profesor HAG di IISc. Latha menyelesaikan gelar B.Tech-nya di bidang Teknik Sipil pada tahun 1992 dari Universitas Teknologi Jawaharlal Nehru, di mana ia meraih kelas satu dengan pujian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Banjir Hancurkan Peternakan,...
Banjir Hancurkan Peternakan, Lepaskan Hampir 900 Ular Termasuk Kobra ke Permukiman
Ken Bates Mantan Bos...
Ken Bates Mantan Bos Chelsea Meninggal di Usia 94 Tahun, Pernah Beli The Blues Seharga 1 Pound Sterling
Rekomendasi
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Berita Terkini
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved