Lebanon Ungkap Israel Tolak Usulan Periksa Lokasi di Pinggiran Beirut sebelum Serangan Udara
Sabtu, 07 Juni 2025 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
Militer Lebanon mengecam serangan tersebut, menegaskan kembali komitmennya terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang menetapkan gencatan senjata setelah perang tahun 2006 antara kelompok Lebanon Hizbullah dan Israel.
Resolusi tersebut menyerukan penghentian permusuhan, pengerahan Pasukan Sementara PBB di Lebanon, dan dukungan bagi kendali tentara Lebanon atas wilayah selatan.
“Pelanggaran terus-menerus oleh musuh terhadap perjanjian dan penolakan untuk bekerja sama dengan komite pemantauan melemahkan peran komite dan tentara,” ungkap militer, memperingatkan hal ini dapat mendorong tentara untuk “membekukan kerja sama dengan komite terkait inspeksi lokasi.”
Menanggapi kecaman Lebanon, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengancam Lebanon dengan menyatakan Lebanon “tidak akan menikmati perdamaian atau stabilitas” tanpa “keamanan Israel.”
Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon pada 8 Oktober 2023, yang meningkat menjadi perang skala penuh pada 23 September 2024.
Menurut data resmi, konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 4.000 orang, melukai lebih dari 17.000 orang, dan membuat hampir 1,4 juta orang mengungsi.
Resolusi tersebut menyerukan penghentian permusuhan, pengerahan Pasukan Sementara PBB di Lebanon, dan dukungan bagi kendali tentara Lebanon atas wilayah selatan.
“Pelanggaran terus-menerus oleh musuh terhadap perjanjian dan penolakan untuk bekerja sama dengan komite pemantauan melemahkan peran komite dan tentara,” ungkap militer, memperingatkan hal ini dapat mendorong tentara untuk “membekukan kerja sama dengan komite terkait inspeksi lokasi.”
Menanggapi kecaman Lebanon, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengancam Lebanon dengan menyatakan Lebanon “tidak akan menikmati perdamaian atau stabilitas” tanpa “keamanan Israel.”
Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon pada 8 Oktober 2023, yang meningkat menjadi perang skala penuh pada 23 September 2024.
Menurut data resmi, konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 4.000 orang, melukai lebih dari 17.000 orang, dan membuat hampir 1,4 juta orang mengungsi.
Lihat Juga :