'Baba Vanga'-nya Jepang Ramal Bencana Besar Terjadi 5 Juli 2025, Orang-orang Ketakutan

Kamis, 05 Juni 2025 - 15:01 WIB
loading...
Baba Vanga-nya Jepang...
Ryo Tatsuki, seniman komik manga dan peramal yang dijuluki sebagai Baba Vanga-nya Jepang, telah memprediksi bencana besar akan terjadi pada 5 Juli 2025. Foto/Zee News
A A A
TOKYO - Ryo Tatsuki, seniman komik manga dan peramal yang dijuluki sebagai "Baba Vanga"-nya Jepang, telah memprediksi bencana besar akan terjadi pada 5 Juli 2025. Ramalannya ini telah membuat banyak orang ketakutan dengan membatalkan liburan musim panas mereka.

Tatsuki kerap disamakan dengan mistikus buta Bulgaria, Baba Vanga, karena ramalannya yang sangat akurat tentang berbagai peristiwa global, yang mencakup segala hal mulai dari kematian Freddie Mercury dan Putri Diana hingga pandemi Covid-19 tahun 2020.

Untuk ramalan apokaliptik terbarunya, yang diuraikan dalam edisi 2021 dari komik terlarisnya "The Future I Saw", Tatsuki meramalkan bencana besar akan terjadi pada tanggal 5 Juli 2025, demikian dilaporkan The Guardian, Kamis (5/6/2025).

Baca Juga: Deretan Prediksi Baba Vanga dan Ramalannya yang Jadi Kenyataan

Sifat pasti dari bencana tersebut tidak jelas.

Dia pernah membuat prediksi dalam komik manga-nya tahun 1999, di mana dia memperingatkan tentang bencana besar besar akan melanda Jepang pada Maret 2011—tanggal yang sama dengan gempa bumi dan tsunami Jepang yang menewaskan lebih dari 18.000 orang dan menyebabkan tiga kali kehancuran di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi.

Karena itu, pihak-pihak yang percaya takhayul sangat mempercayai firasat terbaru Tatsuki sehingga mereka mengunggah iklan layanan masyarakat di media sosial yang memperingatkan orang-orang untuk menjauh dari Negeri Matahari Terbit.

Dengan apa yang disebut "tanggal kiamat" yang sudah dekat, banyak pelancong yang telah memesan perjalanan musim panas ke Jepang menjadi takut dan menunda atau membatalkan liburan mereka sama sekali.

Reservasi penerbangan ke Jepang dari pasar-pasar utama seperti Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong anjlok drastis setelah ramalan tersebut.

Menurut survei oleh Bloomberg Intelligence, pemesanan dari Hong Kong turun 50% dari tahun ke tahun sementara perjalanan antara akhir Juni dan awal Juli anjlok hingga 83%.

Perjalanan musim panas bukan satu-satunya yang terdampak oleh komik yang meramalkan masa depan. Sebuah agen perjalanan HK mengeklaim bahwa reservasi perjalanan ke Jepang selama liburan musim semi April-Mei turun setengah dari tahun lalu.

Para pejabat Jepang sejak itu memohon kepada orang-orang untuk mengabaikan peringatan tersebut, yang mereka klaim sama sekali tidak berdasar.

“Akan menjadi masalah besar jika penyebaran rumor yang tidak ilmiah di media sosial berdampak pada pariwisata,” kata Yoshihiro Murai, gubernur prefektur Miyagi—salah satu yang paling terpukul selama gempa bumi 2011—dalam sebuah konferensi pers.

"Tidak ada alasan untuk khawatir karena orang Jepang tidak melarikan diri ke luar negeri. Saya harap orang-orang akan mengabaikan rumor tersebut dan berkunjung," paparnya.

Meskipun demikian, bahkan pejabat negara merasa khawatir dengan gempa bumi akhir-akhir ini—dan bukan hanya karena manga karya Tatsuki, yang edisi terbarunya telah terjual lebih dari 1 juta eksemplar.

Pada bulan April, satuan tugas pemerintah memperingatkan bahwa gempa bumi yang berasal dari lepas pantai Pasifik Jepang akan menewaskan sebanyak 298.000 orang.

Untungnya, meskipun Jepang adalah salah satu negara yang paling rawan gempa di dunia karena lokasinya di “Cincin Api” Pasifik, para ahli menunjukkan bahwa mustahil untuk memperkirakan waktu dan lokasi gempa bumi secara akurat.

Sayangnya, apa yang disebut bencana Jepang bukanlah satu-satunya malapetaka yang akan terjadi, menurut komik manga “The Future I Saw.”

Tatsuki juga meramalkan bahwa Covid-19—yang menewaskan lebih dari 7 juta orang dan membanjiri rumah sakit pada tahun 2020 —akan kembali pada tahun 2030 dan mendatangkan “bencana yang lebih besar."

“Virus yang tidak dikenal akan muncul pada tahun 2020, akan menghilang setelah mencapai puncaknya pada bulan April, dan muncul lagi 10 tahun kemudian,” tulisnya.

Hal ini terjadi setelah jenis Covid-19 yang sangat menular yang menyebabkan pasien rawat inap melonjak di China telah muncul di AS dengan kasus-kasus di New York City.

Dalam wawancara baru-baru ini dengan media Jepang, Tatsuki memperingatkan orang-orang untuk tidak mempercayai prediksinya.

“Penting untuk tidak terpengaruh secara tidak perlu dan mendengarkan pendapat para ahli,” katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Detik-Detik Pesawat...
Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran
Rekomendasi
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Jejak Diplomasi Nabi...
Jejak Diplomasi Nabi Muhammad SAW dalam Peperangan Islam, dari Perjanjian Hudaibiyah hingga Fathu Makkah
Berita Terkini
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Infografis
5 Makanan Indonesia...
5 Makanan Indonesia Masuk 100 Hidangan Terbaik Dunia 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved