Heboh Dokumen Intelijen Lima Mata, Pakar Corona China Bantah Membelot
Minggu, 03 Mei 2020 - 19:50 WIB
loading...
A
A
A
Shi adalah seorang ahli virus terkenal, terkenal karena karyanya dengan virus corona kelelawar di labortoriumnya di Institut Virologi Wuhan (WIV). Dia menemukan reservoir kelelawar alami untuk patogen SARS yang menyebar di China selatan dari tahun 2002 hingga 2003.
Rumor pada pertengahan April menyatakan bahwa Shi telah "diberangus" oleh pemerintah setelah wabah pertama kali muncul.
Shi telah berada di bawah pengawasan ketat di tengah kekhawatiran bahwa virus itu berasal dari laboratorium Wuhan. Pada 2 Februari, Shi mem-posting tulisan berbunyi; "Saya berjanji dengan hidup saya bahwa virus itu tidak ada hubungannya dengan laboratorium". Posting itu dibuat dalam menanggapi sebuah artikel tentang asal-usul pandemi COVID-19.
Intervensinya datang setelah muncul bocoran dokumen penelitian yang disusun oleh aliansi intelijen Five Eyes. Bocoran dokumen itu menyatakan bahwa China dengan sengaja menyembunyikan atau menghancurkan bukti wabah COVID-19, yang menyebabkan hilangnya ratusan ribu jiwa di seluruh dunia,
Dokumen setebal 15 halaman dari aliansi badan intelijen Five Eyes diperoleh oleh surat kabar Saturday Telegraph Australia. Dokumen itu menyatakan bahwa kerahasiaan China sama dengan "serangan terhadap transparansi internasional."
Rumor pada pertengahan April menyatakan bahwa Shi telah "diberangus" oleh pemerintah setelah wabah pertama kali muncul.
Shi telah berada di bawah pengawasan ketat di tengah kekhawatiran bahwa virus itu berasal dari laboratorium Wuhan. Pada 2 Februari, Shi mem-posting tulisan berbunyi; "Saya berjanji dengan hidup saya bahwa virus itu tidak ada hubungannya dengan laboratorium". Posting itu dibuat dalam menanggapi sebuah artikel tentang asal-usul pandemi COVID-19.
Intervensinya datang setelah muncul bocoran dokumen penelitian yang disusun oleh aliansi intelijen Five Eyes. Bocoran dokumen itu menyatakan bahwa China dengan sengaja menyembunyikan atau menghancurkan bukti wabah COVID-19, yang menyebabkan hilangnya ratusan ribu jiwa di seluruh dunia,
Dokumen setebal 15 halaman dari aliansi badan intelijen Five Eyes diperoleh oleh surat kabar Saturday Telegraph Australia. Dokumen itu menyatakan bahwa kerahasiaan China sama dengan "serangan terhadap transparansi internasional."
(min)
Lihat Juga :