4 Negara Pendukung Palestina Terkuat, Irlandia Memiliki Keterikatan Sejarah Penjajahan
Selasa, 03 Juni 2025 - 14:17 WIB
loading...
A
A
A
"Pengakuan negara Palestina bukan hanya masalah keadilan historis dengan dimulainya generasi-generasi rakyat Palestina, tetapi juga merupakan kebutuhan penting untuk mencapai perdamaian sejati," katanya.
Sánchez mengatakan keputusan pemerintah tersebut sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB 242 dan 338 – yang menetapkan pedoman untuk formula tanah untuk perdamaian – serta posisi Spanyol dalam Uni Eropa.
"Sangat penting" Palestina mendapatkan "tempat yang layak di komunitas internasional", kata Sánchez, seraya menambahkan pengakuan ini tidak berarti bahwa Spanyol tidak lagi menjadi sekutu Israel.
"Pengakuan Palestina tidak ditujukan kepada siapa pun, apalagi Israel, negara sahabat," katanya.
Dalam pengumuman tersebut, Sánchez juga mengutuk tindakan Hamas, dengan menggambarkan kelompok tersebut sebagai "organisasi teroris" yang menentang solusi dua negara. Sebaliknya, pemerintah Spanyol mengatakan akan "mendukung" Otoritas Nasional Palestina dalam "proses reformasi" yang diprakarsai oleh pemerintahan barunya.
Sánchez mengatakan Spanyol akan terus bekerja sama dengan mitra Arabnya dan komunitas internasional yang berkomitmen terhadap perdamaian dan kesejahteraan di kawasan tersebut, dengan tujuan menjadikan solusi dua negara dapat dilaksanakan.
"Dengan keputusan hari ini, kami mengemban tanggung jawab kami dalam mencari perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan semua orang sesuai dengan amanat pembukaan konstitusi nasional kami," katanya.
Presiden Iran menuduh Israel dan sekutunya "membahayakan keamanan" negara-negara regional, dengan mengatakan bahwa Israel harus bertanggung jawab.
Ia meminta negara-negara Muslim untuk mendukung bangsa Palestina, menekankan bahwa penindasan dan ketidakadilan, penghinaan terhadap wanita dan tahanan Palestina, dan penodaan Masjid Al-Aqsa "tidak akan bertahan lama."
Ia mengatakan "musuh Zionis," yang merujuk pada Israel, harus tahu bahwa "persamaan telah berubah" dan Palestina adalah "pemenang."
Sánchez mengatakan keputusan pemerintah tersebut sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB 242 dan 338 – yang menetapkan pedoman untuk formula tanah untuk perdamaian – serta posisi Spanyol dalam Uni Eropa.
"Sangat penting" Palestina mendapatkan "tempat yang layak di komunitas internasional", kata Sánchez, seraya menambahkan pengakuan ini tidak berarti bahwa Spanyol tidak lagi menjadi sekutu Israel.
"Pengakuan Palestina tidak ditujukan kepada siapa pun, apalagi Israel, negara sahabat," katanya.
Dalam pengumuman tersebut, Sánchez juga mengutuk tindakan Hamas, dengan menggambarkan kelompok tersebut sebagai "organisasi teroris" yang menentang solusi dua negara. Sebaliknya, pemerintah Spanyol mengatakan akan "mendukung" Otoritas Nasional Palestina dalam "proses reformasi" yang diprakarsai oleh pemerintahan barunya.
Sánchez mengatakan Spanyol akan terus bekerja sama dengan mitra Arabnya dan komunitas internasional yang berkomitmen terhadap perdamaian dan kesejahteraan di kawasan tersebut, dengan tujuan menjadikan solusi dua negara dapat dilaksanakan.
"Dengan keputusan hari ini, kami mengemban tanggung jawab kami dalam mencari perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan semua orang sesuai dengan amanat pembukaan konstitusi nasional kami," katanya.
3. Iran
Melansir Anadolu, Presiden Iran Ebrahim Raisi menyatakan dukungan penuh negaranya kepada kelompok perlawanan Palestina terhadap Israel.Presiden Iran menuduh Israel dan sekutunya "membahayakan keamanan" negara-negara regional, dengan mengatakan bahwa Israel harus bertanggung jawab.
Ia meminta negara-negara Muslim untuk mendukung bangsa Palestina, menekankan bahwa penindasan dan ketidakadilan, penghinaan terhadap wanita dan tahanan Palestina, dan penodaan Masjid Al-Aqsa "tidak akan bertahan lama."
Ia mengatakan "musuh Zionis," yang merujuk pada Israel, harus tahu bahwa "persamaan telah berubah" dan Palestina adalah "pemenang."
Lihat Juga :