4 Negara Pendukung Palestina Terkuat, Irlandia Memiliki Keterikatan Sejarah Penjajahan
Selasa, 03 Juni 2025 - 14:17 WIB
loading...
A
A
A
Hamas dalam sebuah pernyataan setelah pernyataan Raisi mengatakan presiden Iran dalam panggilan telepon dengan pemimpin kelompok Ismail Haniyeh memberikan dukungan kepada Palestina.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani memberi selamat kepada Hamas karena "membuka lembaran baru perlawanan," dengan mengatakan hal itu membuktikan betapa "rapuhnya" Israel.
Ia mengatakan operasi terbaru itu sekali lagi membuktikan bahwa Israel yang tak terkalahkan adalah "klaim kosong," seraya menambahkan bahwa Israel "selalu menghadapi kegagalan dan penghinaan" setiap kali mencoba melakukan operasi di Gaza.
Mayjen Yahya Rahim Safavi, penasihat militer senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, juga memberikan dukungan Iran kepada kelompok-kelompok Palestina.
"Kami akan tetap bersama Mujahidin Palestina sampai Palestina dan Al-Quds dibebaskan," kata mantan kepala Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada hari Sabtu.
Berbicara pada sesi kedua konferensi “Palestina dan Peran Masyarakat Sipil”, Duta Besar Qatar untuk Mesir dan perwakilan tetapnya di Liga Arab, Tarek Ali Faraj Al-Ansari, menekankan bahwa pendudukan “akan selalu buruk”, seraya menambahkan: “Meskipun Israel berkewajiban sebagai kekuatan pendudukan berdasarkan hukum internasional untuk melindungi warga sipil dan upaya bantuan, Israel terus membunuh mereka semua, termasuk anggota organisasi masyarakat sipil.”
Ia menyoroti bahwa Qatar telah menyediakan segala bentuk bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina melalui Bulan Sabit Merah Qatar, Qatar Fund, dan Qatar Charity, di samping upaya puluhan relawan yang bekerja di bidang ini di Gaza.
Al-Ansari juga mencatat bahwa Qatar adalah negara Arab pertama yang mendirikan, pada Oktober 2012, sebuah komite permanen untuk mengawasi dan melaksanakan proyek-proyek di Gaza dengan nama “Komite Rekonstruksi Gaza” untuk meringankan dampak blokade. Namun, markas besarnya dibom oleh pasukan pendudukan Israel dalam beberapa bulan terakhir.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih Qatar kepada Mesir atas dukungannya yang berkelanjutan sejak dimulainya agresi di Gaza, termasuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dan membuka rumah sakit untuk warga Palestina.
Qatar menegaskan kembali penolakannya terhadap pemindahan penduduk Palestina dan dukungannya terhadap hak-hak mereka yang tidak dapat dicabut, khususnya hak mereka untuk mendirikan negara merdeka di dalam perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani memberi selamat kepada Hamas karena "membuka lembaran baru perlawanan," dengan mengatakan hal itu membuktikan betapa "rapuhnya" Israel.
Ia mengatakan operasi terbaru itu sekali lagi membuktikan bahwa Israel yang tak terkalahkan adalah "klaim kosong," seraya menambahkan bahwa Israel "selalu menghadapi kegagalan dan penghinaan" setiap kali mencoba melakukan operasi di Gaza.
Mayjen Yahya Rahim Safavi, penasihat militer senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, juga memberikan dukungan Iran kepada kelompok-kelompok Palestina.
"Kami akan tetap bersama Mujahidin Palestina sampai Palestina dan Al-Quds dibebaskan," kata mantan kepala Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada hari Sabtu.
4. Qatar
Qatar telah menekankan peran penting masyarakat sipil dalam mendukung rakyat Palestina sejak dimulainya agresi Israel di Gaza pada 7 Oktober 2023 dan selama fase rekonstruksi.Berbicara pada sesi kedua konferensi “Palestina dan Peran Masyarakat Sipil”, Duta Besar Qatar untuk Mesir dan perwakilan tetapnya di Liga Arab, Tarek Ali Faraj Al-Ansari, menekankan bahwa pendudukan “akan selalu buruk”, seraya menambahkan: “Meskipun Israel berkewajiban sebagai kekuatan pendudukan berdasarkan hukum internasional untuk melindungi warga sipil dan upaya bantuan, Israel terus membunuh mereka semua, termasuk anggota organisasi masyarakat sipil.”
Ia menyoroti bahwa Qatar telah menyediakan segala bentuk bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina melalui Bulan Sabit Merah Qatar, Qatar Fund, dan Qatar Charity, di samping upaya puluhan relawan yang bekerja di bidang ini di Gaza.
Al-Ansari juga mencatat bahwa Qatar adalah negara Arab pertama yang mendirikan, pada Oktober 2012, sebuah komite permanen untuk mengawasi dan melaksanakan proyek-proyek di Gaza dengan nama “Komite Rekonstruksi Gaza” untuk meringankan dampak blokade. Namun, markas besarnya dibom oleh pasukan pendudukan Israel dalam beberapa bulan terakhir.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih Qatar kepada Mesir atas dukungannya yang berkelanjutan sejak dimulainya agresi di Gaza, termasuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dan membuka rumah sakit untuk warga Palestina.
Qatar menegaskan kembali penolakannya terhadap pemindahan penduduk Palestina dan dukungannya terhadap hak-hak mereka yang tidak dapat dicabut, khususnya hak mereka untuk mendirikan negara merdeka di dalam perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
(ahm)
Lihat Juga :