Apa Itu Operasi Jaring Laba-laba? Serangan Drone Ukraina Senilai Rp643 Juta yang Menghancurkan 40 Pesawat Rusia Senilai Rp111 Triliun
Selasa, 03 Juni 2025 - 03:30 WIB
loading...
A
A
A
Ia berterima kasih kepada kepala Dinas Keamanan Ukraina, Jenderal Vasyl Malyuk, dan memintanya untuk mengungkapkan rincian dan hasil operasi tersebut kepada publik.
"Tentu saja, tidak semuanya dapat diungkapkan saat ini, tetapi ini adalah tindakan Ukraina yang niscaya akan tercatat dalam buku sejarah," tambahnya.
"Ukraina membela diri, dan memang seharusnya begitu — kami melakukan segalanya untuk membuat Rusia merasa perlu mengakhiri perang ini. Rusia memulai perang ini, Rusia harus mengakhirinya," tulis Zelenskyy.
Menurut laporan ini, pesawat nirawak pandangan orang pertama (FPV) diselundupkan jauh ke dalam Rusia dan disembunyikan di dalam truk di kabin kayu bergerak.
Atap kabin kemudian dibuka dari jarak jauh, dan pesawat nirawak tersebut mulai melancarkan serangan terhadap pesawat pengebom militer Rusia.
Gubernur Irkutsk Rusia Igor Kobzev mengonfirmasi bahwa pesawat nirawak yang menyerang pangkalan militer di Sredniy, Siberia diluncurkan dari dalam truk. Dalam sebuah posting di Telegram, ia mengatakan bahwa lokasi peluncuran telah diamankan dan tidak ada lagi ancaman terhadap nyawa orang.
Media Rusia juga melaporkan bahwa serangan lain diluncurkan dengan cara yang sama, dengan pesawat nirawak muncul dari belakang truk.
"Tentu saja, tidak semuanya dapat diungkapkan saat ini, tetapi ini adalah tindakan Ukraina yang niscaya akan tercatat dalam buku sejarah," tambahnya.
"Ukraina membela diri, dan memang seharusnya begitu — kami melakukan segalanya untuk membuat Rusia merasa perlu mengakhiri perang ini. Rusia memulai perang ini, Rusia harus mengakhirinya," tulis Zelenskyy.
4. Penyelundupan yang Tak Terdeteksi
Meskipun dinas keamanan Ukraina belum mengungkapkan rincian lebih lanjut pada tahap ini, media Ukraina melaporkan dengan tepat bagaimana operasi itu dilaksanakan, merujuk pada sumber SBU.Menurut laporan ini, pesawat nirawak pandangan orang pertama (FPV) diselundupkan jauh ke dalam Rusia dan disembunyikan di dalam truk di kabin kayu bergerak.
Atap kabin kemudian dibuka dari jarak jauh, dan pesawat nirawak tersebut mulai melancarkan serangan terhadap pesawat pengebom militer Rusia.
Gubernur Irkutsk Rusia Igor Kobzev mengonfirmasi bahwa pesawat nirawak yang menyerang pangkalan militer di Sredniy, Siberia diluncurkan dari dalam truk. Dalam sebuah posting di Telegram, ia mengatakan bahwa lokasi peluncuran telah diamankan dan tidak ada lagi ancaman terhadap nyawa orang.
Media Rusia juga melaporkan bahwa serangan lain diluncurkan dengan cara yang sama, dengan pesawat nirawak muncul dari belakang truk.
Lihat Juga :