Apa Itu Operasi Jaring Laba-laba? Serangan Drone Ukraina Senilai Rp643 Juta yang Menghancurkan 40 Pesawat Rusia Senilai Rp111 Triliun
Selasa, 03 Juni 2025 - 03:30 WIB
loading...
A
A
A
Rekaman media sosial yang dibagikan secara luas oleh media Rusia tampaknya memperlihatkan pesawat nirawak terbang dari dalam kontainer, sementara panel-panelnya teronggok di jalan. Satu klip tampak memperlihatkan orang-orang memanjat truk dalam upaya untuk mencegat pesawat nirawak tersebut. Kepala SBU Jenderal Vasyl Malyuk melihat foto-foto pesawat pengebom Rusia dan lapangan udara.
Pada bulan Oktober 2022, SBU menyerang jembatan Kerch, yang dibangun secara ilegal oleh Rusia setelah aneksasinya atas Krimea pada tahun 2014.
Ledakan tersebut, yang menurut otoritas Rusia disebabkan oleh bom truk, merusak parah jembatan yang menghubungkan Krimea yang diduduki Moskow dan Rusia.
Penargetan pesawat pengebom Rusia, yang telah melakukan serangan rudal besar-besaran di kota-kota Ukraina, sebelumnya dianggap hampir tidak terpikirkan. Moskow telah memastikan untuk menjauhkan mereka dari jangkauan senjata Kyiv, baik buatan sendiri maupun yang dipasok oleh sekutu.
Pangkalan udara Olenya terletak di wilayah Murmansk, Rusia, sekitar 2.000 km dari perbatasan dengan Ukraina. Pangkalan udara Belaya berada di wilayah Irkutsk, Rusia, di Siberia tenggara dan lebih dari 4.000 km di timur garis depan. Kedua lapangan udara ini termasuk yang paling parah terkena dampak selama operasi hari Minggu.
Drone FPV biasanya hanya berharga beberapa 300 euro atau Rp5,5 Juta, sementara pesawat deteksi radar A50 Rusia, yang dilaporkan terkena serangan hari ini bersama dengan pesawat lainnya, berharga lebih dari €300 juta atau Rp5,5 triliun. Jika terdapat 117 drone, maka biaya yang dikeluarkan Ukraina hanya Rp643 Juta.
Penasihat presiden Ukraina dan mantan menteri industri strategis Oleksandr Kamyshin mengatakan produsen Ukraina memiliki kapasitas untuk memproduksi lebih dari 5 juta drone FPV per tahun.
5. Bukan Operasi Modern Pertama Ukraina
"Operasi Jaring Laba-laba" bukanlah operasi tidak konvensional pertama yang dilakukan oleh Dinas Keamanan Ukraina.Pada bulan Oktober 2022, SBU menyerang jembatan Kerch, yang dibangun secara ilegal oleh Rusia setelah aneksasinya atas Krimea pada tahun 2014.
Ledakan tersebut, yang menurut otoritas Rusia disebabkan oleh bom truk, merusak parah jembatan yang menghubungkan Krimea yang diduduki Moskow dan Rusia.
Penargetan pesawat pengebom Rusia, yang telah melakukan serangan rudal besar-besaran di kota-kota Ukraina, sebelumnya dianggap hampir tidak terpikirkan. Moskow telah memastikan untuk menjauhkan mereka dari jangkauan senjata Kyiv, baik buatan sendiri maupun yang dipasok oleh sekutu.
Pangkalan udara Olenya terletak di wilayah Murmansk, Rusia, sekitar 2.000 km dari perbatasan dengan Ukraina. Pangkalan udara Belaya berada di wilayah Irkutsk, Rusia, di Siberia tenggara dan lebih dari 4.000 km di timur garis depan. Kedua lapangan udara ini termasuk yang paling parah terkena dampak selama operasi hari Minggu.
6. Menggunakan Drone FPV Produksi Ukraina dengan Harga Murah Meriah
Aspek penting lain dari "Operasi Jaring Laba-laba" adalah pilihan senjata. Kyiv menggunakan drone FPV, yang diproduksi secara massal di Ukraina dan digunakan secara luas serta diapresiasi oleh militer karena harganya yang terjangkau.Drone FPV biasanya hanya berharga beberapa 300 euro atau Rp5,5 Juta, sementara pesawat deteksi radar A50 Rusia, yang dilaporkan terkena serangan hari ini bersama dengan pesawat lainnya, berharga lebih dari €300 juta atau Rp5,5 triliun. Jika terdapat 117 drone, maka biaya yang dikeluarkan Ukraina hanya Rp643 Juta.
Penasihat presiden Ukraina dan mantan menteri industri strategis Oleksandr Kamyshin mengatakan produsen Ukraina memiliki kapasitas untuk memproduksi lebih dari 5 juta drone FPV per tahun.
(ahm)
Lihat Juga :