Pakistan Rekrut Warga India Jadi Aset Intelijen, dari Vlogger hingga Pengusaha
Sabtu, 31 Mei 2025 - 23:33 WIB
loading...
A
A
A
Nauman Ilahi, seorang petugas keamanan berusia 24 tahun, ditangkap di Panipat. Ia dilaporkan telah mentransfer informasi kepada petugas ISI menggunakan rekening bank saudara iparnya. Pihak berwenang mengonfirmasi adanya transfer uang lintas batas.
Arman, 23 tahun, dan Tarif, keduanya dari distrik Nuh di Haryana, ditangkap dalam rentang beberapa hari. Tarif tertangkap mencoba menghapus obrolan dengan nomor Pakistan ketika polisi tiba di kediamannya.
Kedua pria itu berasal dari desa yang hanya berjarak 8 km. Mohammad, yang pernah menjabat sebagai legislator dan menteri kabinet dua kali, telah mengikuti empat pemilihan negara bagian dan diketahui berafiliasi dengan 'Pir Pagara', gelar yang dipegang oleh pemimpin tarekat Sufi Muslim Hurs di Sindh, Pakistan.
Khan telah mengunjungi Pakistan setidaknya tujuh kali. Jejak digitalnya menunjukkan file yang dihapus dan transaksi yang mencurigakan. Koneksinya kini sedang diselidiki lebih lanjut oleh lembaga pusat.
Kasim mengaku menghapus semua data sensitif pasca serangan Pahalgam, karena takut terungkap setelah penangkapan di seluruh negeri dimulai. Namun, polisi sedang melakukan analisis forensik terhadap perangkatnya dan meninjau rekaman data panggilan untuk memetakan jaringannya.
Penangkapan lain di Thane melibatkan seorang individu yang tidak disebutkan namanya di Mumbai. Dia juga dipancing melalui Facebook dan WhatsApp, membagikan informasi sensitif antara November 2024 dan Maret 2025.
Di Jalandhar, Mohammad Murtaza Ali ditangkap setelah diduga menggunakan aplikasi seluler yang dikembangkannya untuk mengirim data sensitif kepada agen ISI. Penyidik menyita empat ponsel dan tiga kartu SIM dari kediamannya.
Selain kasus-kasus yang dikonfirmasi ini, polisi dan badan intelijen sedang menyelidiki dua orang lagi dari Punjab, bernama Gazala dan Yamin Mohammad, atas pelanggaran serupa. Pihak berwenang mengatakan keduanya berhubungan dengan agen asing dan diduga menyebarkan informasi sensitif.
Arman, 23 tahun, dan Tarif, keduanya dari distrik Nuh di Haryana, ditangkap dalam rentang beberapa hari. Tarif tertangkap mencoba menghapus obrolan dengan nomor Pakistan ketika polisi tiba di kediamannya.
6. Hubungan Birokrasi
Shakur Khan, seorang pegawai pemerintah Rajasthan dari Jaisalmer, ditangkap atas tuduhan mata-mata. Khan, 49 tahun, sebelumnya menjabat sebagai asisten pribadi mantan menteri Rajasthan Shale Mohammad selama masa jabatan pemerintahan Ashok Gehlot yang dipimpin Kongres.Kedua pria itu berasal dari desa yang hanya berjarak 8 km. Mohammad, yang pernah menjabat sebagai legislator dan menteri kabinet dua kali, telah mengikuti empat pemilihan negara bagian dan diketahui berafiliasi dengan 'Pir Pagara', gelar yang dipegang oleh pemimpin tarekat Sufi Muslim Hurs di Sindh, Pakistan.
Khan telah mengunjungi Pakistan setidaknya tujuh kali. Jejak digitalnya menunjukkan file yang dihapus dan transaksi yang mencurigakan. Koneksinya kini sedang diselidiki lebih lanjut oleh lembaga pusat.
7. Front Digital: Kartu SIM dan Aplikasi
Dalam kasus terpisah, Kepolisian Delhi menangkap Kasim, pria berusia 34 tahun dari Deeg, Rajasthan, karena diduga memasok kartu SIM seluler India ke PIO. Dia telah melakukan perjalanan ke Pakistan dua kali antara Agustus 2024 dan Maret 2025, dan tinggal di sana untuk waktu yang lama. Menurut polisi, Kasim memfasilitasi ekspor ilegal SIM India, yang kemudian digunakan oleh agen ISI untuk menghubungi warga India dan meminta informasi militer.Kasim mengaku menghapus semua data sensitif pasca serangan Pahalgam, karena takut terungkap setelah penangkapan di seluruh negeri dimulai. Namun, polisi sedang melakukan analisis forensik terhadap perangkatnya dan meninjau rekaman data panggilan untuk memetakan jaringannya.
Penangkapan lain di Thane melibatkan seorang individu yang tidak disebutkan namanya di Mumbai. Dia juga dipancing melalui Facebook dan WhatsApp, membagikan informasi sensitif antara November 2024 dan Maret 2025.
8. Pengusaha dan Teknisi
Di Uttar Pradesh, Shahzad, seorang pengusaha dari Rampur, ditahan oleh Satuan Tugas Khusus di Moradabad. Shahzad dilaporkan berbagi informasi intelijen dengan para agen selama beberapa kunjungan ke Pakistan dan terlibat dalam penyelundupan barang-barang konsumen.Di Jalandhar, Mohammad Murtaza Ali ditangkap setelah diduga menggunakan aplikasi seluler yang dikembangkannya untuk mengirim data sensitif kepada agen ISI. Penyidik menyita empat ponsel dan tiga kartu SIM dari kediamannya.
Selain kasus-kasus yang dikonfirmasi ini, polisi dan badan intelijen sedang menyelidiki dua orang lagi dari Punjab, bernama Gazala dan Yamin Mohammad, atas pelanggaran serupa. Pihak berwenang mengatakan keduanya berhubungan dengan agen asing dan diduga menyebarkan informasi sensitif.
(ahm)
Lihat Juga :