Operator Alat Berat Israel Tewas karena Merusak Rumah-rumah Warga Gaza
Sabtu, 31 Mei 2025 - 11:40 WIB
loading...
A
A
A
Sepupu Fouad, Alaa Alyan, mengatakan kepada Haaretz, “Seseorang datang dengan tongkat dan mulai mengancam kami. Kami meninggalkan taman, tetapi mereka mulai mengejar kami dengan mobil dan mencoba menangkap kami.”
Keduanya berusaha melarikan diri dengan sepeda motor Fouad, yang kemudian terguling ke trotoar.
"Pria yang mengejar kami itu memacu kendaraannya, naik ke trotoar, dan menabrak kami," kata Alaa.
Fouad mengalami luka kritis dan dinyatakan meninggal di tempat kejadian, sementara sepupunya mengalami luka ringan.
Awalnya, polisi menangani insiden itu sebagai masalah kriminal, bukan serangan bermotif rasial.
Kerabat Fouad memberi tahu Ynet bahwa keduanya "sedang duduk di taman umum ketika orang-orang Yahudi mendekat dan memberi tahu mereka bahwa orang Arab tidak diizinkan berada di sana."
Mereka mengungkapkan "harapan mereka agar kebenaran terungkap, dan kisah nyata di balik pembunuhan ini, rasisme, tidak akan diabaikan".
Anggota keluarga menggambarkan Fouad sebagai "pria terhormat yang memiliki hubungan baik dengan semua orang yang mengenalnya" dan mengatakan dia "dibunuh dengan darah dingin".
Baca juga: Kepala Kemanusiaan PBB: Kelaparan Penduduk Gaza karena Israel adalah Kejahatan Perang
Keduanya berusaha melarikan diri dengan sepeda motor Fouad, yang kemudian terguling ke trotoar.
"Pria yang mengejar kami itu memacu kendaraannya, naik ke trotoar, dan menabrak kami," kata Alaa.
Fouad mengalami luka kritis dan dinyatakan meninggal di tempat kejadian, sementara sepupunya mengalami luka ringan.
Awalnya, polisi menangani insiden itu sebagai masalah kriminal, bukan serangan bermotif rasial.
Kerabat Fouad memberi tahu Ynet bahwa keduanya "sedang duduk di taman umum ketika orang-orang Yahudi mendekat dan memberi tahu mereka bahwa orang Arab tidak diizinkan berada di sana."
Mereka mengungkapkan "harapan mereka agar kebenaran terungkap, dan kisah nyata di balik pembunuhan ini, rasisme, tidak akan diabaikan".
Anggota keluarga menggambarkan Fouad sebagai "pria terhormat yang memiliki hubungan baik dengan semua orang yang mengenalnya" dan mengatakan dia "dibunuh dengan darah dingin".
Baca juga: Kepala Kemanusiaan PBB: Kelaparan Penduduk Gaza karena Israel adalah Kejahatan Perang
(sya)
Lihat Juga :