Operator Alat Berat Israel Tewas karena Merusak Rumah-rumah Warga Gaza

Sabtu, 31 Mei 2025 - 11:40 WIB
loading...
Operator Alat Berat...
Alat berat Israel menghancurkan rumah warga Palestina. Foto/anadolu
A A A
GAZA - Militer Israel mengumumkan David Libi, seorang operator alat berat berusia 19 tahun, tewas dalam ledakan selama operasi militer di Jalur Gaza utara.Libi, dari permukiman Malachi Shalom di Tepi Barat yang diduduki, dipekerjakan militer Israel melalui Libi Construction and Infrastructure, perusahaan yang baru-baru ini dikenai sanksi oleh Inggris.

Zvi Sukkot, anggota parlemen Israel dari Partai Zionis Religius, memberi penghormatan kepada Libi, memanggilnya sebagai "teman" dan memuji perannya dalam penghancuran rumah-rumah warga Palestina.

"Dia gugur dengan gagah berani hari ini saat melawan Nazi di Gaza pada usia 19 tahun," tulis Sukkot di X, seraya menambahkan, "Dengan pertolongan Tuhan, Negara Israel akan membalaskan darahnya."

Sukkot menekankan pentingnya Libi dan operator alat berat lainnya dalam kampanye militer, menggambarkan mereka sebagai "yang secara langsung bertanggung jawab atas pencapaian terbesar perang dalam memusnahkan puluhan ribu rumah yang membahayakan para pejuang kita dan mengubah wajah Jalur Gaza."

Ia mencatat, “Meskipun mereka mungkin tidak menerima pengakuan yang sama seperti pilot, mereka termasuk orang-orang yang paling berjasa bagi seluruh bangsa Israel."

Sukkot juga menyoroti banyak operator berasal dari komunitas pemukim.

Dalam pidato penghormatan terpisah yang dibagikan dalam obrolan grup pemukim, Libi dan yang lainnya digambarkan mengirimkan pesan kepada penduduk Gaza, "Kalian tidak perlu mencari apa pun di sini lagi. Hal terbaik bagi kalian adalah mencari perahu atau rakit dan mencoba berlayar ke Yunani, Eropa, atau Maroko. Karena di sini, kalian tidak punya masa depan."

Pengemudi Palestina Diserang Penggemar Sepak Bola Israel


Dua pengemudi bus Palestina diserang di Yerusalem oleh penggemar Beitar Jerusalem pada hari Kamis, setelah tim mereka kalah di final Piala Negara Israel.

Rekaman serangan itu beredar daring, tetapi polisi belum menangkap satu pun tersangka, menurut Haaretz.

Ahmad Karain, salah satu pengemudi yang diserang, mengatakan kepada Haaretz bahwa, “Puluhan penggemar Beitar menyadari saya orang Arab setelah berbicara kepada saya dan tiba-tiba mulai meneriakkan ‘Matilah orang Arab’, mengumpat dan menyerang saya. Semakin banyak yang ikut serta terus-menerus.”

Beitar Jerusalem adalah klub sepak bola yang dikenal karena hubungannya dengan sayap kanan Israel.

Menurut Karain, pengemudi lain, Muhammad Sayaj, datang menolongnya dan juga diserang.

“Polisi baru tiba setelah 20 menit, bahkan mungkin setengah jam, dan mereka menyelamatkan saya dari sana. Saya ketakutan; saya khawatir saya tidak akan selamat. Ini bukan pertama kalinya pengemudi diserang, tetapi ini adalah insiden yang paling brutal,” ujar dia.

Dalam beberapa tahun terakhir, dan terutama sejak dimulainya perang di Gaza, serangan terhadap pengemudi Palestina di Israel telah meningkat.

Koach LaOvdim, serikat pekerja, memperingatkan tentang meningkatnya kekerasan terhadap pengemudi.

“Setiap hari kita semakin dekat dengan pembunuhan seorang pengemudi atau kondektur,” papar dia.

Warga Palestina Dibunuh dalam Serangan Rasis Warga Yahudi Israel


Fouad Alyan, warga Beit Safafa di Yerusalem Timur yang diduduki, tewas pekan lalu setelah diduga ditabrak oleh seorang pengemudi Yahudi.

Menurut keterangan saksi mata, Fouad dan sepupunya diserang dua orang Yahudi Israel saat duduk di taman umum di Yerusalem.

Sepupu Fouad, Alaa Alyan, mengatakan kepada Haaretz, “Seseorang datang dengan tongkat dan mulai mengancam kami. Kami meninggalkan taman, tetapi mereka mulai mengejar kami dengan mobil dan mencoba menangkap kami.”

Keduanya berusaha melarikan diri dengan sepeda motor Fouad, yang kemudian terguling ke trotoar.

"Pria yang mengejar kami itu memacu kendaraannya, naik ke trotoar, dan menabrak kami," kata Alaa.

Fouad mengalami luka kritis dan dinyatakan meninggal di tempat kejadian, sementara sepupunya mengalami luka ringan.

Awalnya, polisi menangani insiden itu sebagai masalah kriminal, bukan serangan bermotif rasial.

Kerabat Fouad memberi tahu Ynet bahwa keduanya "sedang duduk di taman umum ketika orang-orang Yahudi mendekat dan memberi tahu mereka bahwa orang Arab tidak diizinkan berada di sana."

Mereka mengungkapkan "harapan mereka agar kebenaran terungkap, dan kisah nyata di balik pembunuhan ini, rasisme, tidak akan diabaikan".

Anggota keluarga menggambarkan Fouad sebagai "pria terhormat yang memiliki hubungan baik dengan semua orang yang mengenalnya" dan mengatakan dia "dibunuh dengan darah dingin".

Baca juga: Kepala Kemanusiaan PBB: Kelaparan Penduduk Gaza karena Israel adalah Kejahatan Perang
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Berita Terkini
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Infografis
Kapal Bantuan Gaza Dibom...
Kapal Bantuan Gaza Dibom Israel di Perairan Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved