Macron Ancam Sanksi Warga Israel Terkait Krisis Bantuan Gaza
Jum'at, 30 Mei 2025 - 19:22 WIB
loading...
A
A
A
"Tetapi saya masih berharap pemerintah Israel akan mengubah pendiriannya dan kita akhirnya akan memiliki tanggapan kemanusiaan," ujar dia.
Presiden Prancis itu juga menekankan pengakuan negara Palestina "bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga kebutuhan politik," meskipun ia menambahkan pendiriannya harus dilakukan dengan syarat-syarat tertentu.
Pernyataannya menyusul pernyataan bersama awal pekan ini dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang mengutuk rencana Israel menguasai Gaza atau mengusir penduduknya.
Paris berharap menggalang momentum bagi pengakuan bersyarat atas negara Palestina, yang akan memerlukan, antara lain, demiliterisasi Hamas.
Pejabat Prancis mempertimbangkan langkah tersebut menjelang konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang diselenggarakan bersama oleh Prancis dan Arab Saudi antara 17-20 Juni, untuk menetapkan parameter bagi peta jalan menuju negara Palestina, sambil memastikan keamanan Israel.
Namun, beberapa diplomat dan pakar berpendapat langkah tersebut akan membuat Israel marah dan memperdalam perpecahan di Barat.
Meskipun sejumlah bantuan mulai mengalir ke Gaza setelah blokade Israel, krisis kemanusiaan tetap mengerikan. Para pakar memperingatkan satu dari lima orang menghadapi kelaparan yang mengancam.
Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), inisiatif swasta yang didukung Amerika Serikat dan Israel, memperluas operasi bantuannya pada hari Kamis.
Presiden Prancis itu juga menekankan pengakuan negara Palestina "bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga kebutuhan politik," meskipun ia menambahkan pendiriannya harus dilakukan dengan syarat-syarat tertentu.
Pernyataannya menyusul pernyataan bersama awal pekan ini dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang mengutuk rencana Israel menguasai Gaza atau mengusir penduduknya.
Paris berharap menggalang momentum bagi pengakuan bersyarat atas negara Palestina, yang akan memerlukan, antara lain, demiliterisasi Hamas.
Pejabat Prancis mempertimbangkan langkah tersebut menjelang konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang diselenggarakan bersama oleh Prancis dan Arab Saudi antara 17-20 Juni, untuk menetapkan parameter bagi peta jalan menuju negara Palestina, sambil memastikan keamanan Israel.
Namun, beberapa diplomat dan pakar berpendapat langkah tersebut akan membuat Israel marah dan memperdalam perpecahan di Barat.
Kelaparan yang Meluas
Meskipun sejumlah bantuan mulai mengalir ke Gaza setelah blokade Israel, krisis kemanusiaan tetap mengerikan. Para pakar memperingatkan satu dari lima orang menghadapi kelaparan yang mengancam.
Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), inisiatif swasta yang didukung Amerika Serikat dan Israel, memperluas operasi bantuannya pada hari Kamis.
Lihat Juga :