Macron Ancam Sanksi Warga Israel Terkait Krisis Bantuan Gaza

Jum'at, 30 Mei 2025 - 19:22 WIB
loading...
Macron Ancam Sanksi...
Presiden RI Prabowo Subianto secara langsung mengantar keberangkatan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Ibu Negara Brigitte Macron, yang melanjutkan kunjungan kenegaraan ke Singapura. Foto/setneg.go.id
A A A
SINGAPURA - Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan negaranya dapat "menerapkan sanksi" terhadap warga Israel kecuali pemerintah Tel Aviv menanggapi krisis kemanusiaan di Gaza.

Berbicara saat berkunjung ke Singapura pada hari Jumat (30/5/2025), Macron mengatakan masyarakat internasional tidak dapat tinggal diam sementara warga Palestina di Gaza menghadapi krisis kelaparan yang semakin dalam.

Komentar tersebut semakin meningkatkan tekanan internasional terhadap Israel, yang telah memblokade daerah kantong Palestina tersebut selama hampir tiga bulan, dengan badan-badan bantuan memperingatkan akan terjadinya kelaparan.

"Blokade kemanusiaan menciptakan situasi yang tidak dapat dipertahankan di lapangan," tegas Macron pada konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong.

"Jika tidak ada tanggapan dalam beberapa jam dan hari mendatang sesuai dengan situasi kemanusiaan, kami harus memperkeras posisi kolektif kami," ujar dia, yang menunjukkan Prancis dapat mempertimbangkan menerapkan sanksi terhadap pemukim Israel.

Israel baru-baru ini mengatakan mereka tunduk pada tekanan internasional dan akan mengizinkan pasokan makanan dan obat-obatan "minimal" ke Gaza, yang terus dibom Zionis secara intens.

Namun, hanya sedikit bantuan yang masuk ke Gaza di bawah kendali LSM baru yang didukung Israel dan Amerika Serikat telah disertai dengan penjarahan dan kekerasan.

Dalam komentarnya, Macron menyerukan diakhirinya asumsi bahwa Israel menghormati hak asasi manusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
Bawa Pikap Ayahnya,...
Bawa Pikap Ayahnya, Bocah 11 Tahun Tabrak Iringan Peziarah dan Tewaskan 8 Orang
Iran Berduka! Trump...
Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei
Rekomendasi
Transisi Energi, Prabowo...
Transisi Energi, Prabowo Akan Luncurkan BBM B50 pada 9 Juli 2026
Menchi Katsu hingga...
Menchi Katsu hingga Takoyaki, Aneka Street Food Jepang Hadir Serentak di 138 Hotel
Sucofindo Dukung Inisiatif...
Sucofindo Dukung Inisiatif ABPEDNAS melalui Program Srikandi Jaga Desa
Berita Terkini
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Infografis
Membangkang, Panglima...
Membangkang, Panglima Israel Tolak Perintah Serang Gaza Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved