Prancis Perluas Pangkalan Pesawat Pengebom Nuklir Gara-gara Perang Rusia-Ukraina

Jum'at, 30 Mei 2025 - 08:27 WIB
loading...
A A A
"Hanggar tersebut telah digunakan dengan baik," kata Roux, yang mengatakan bahwa dia telah melihat foto-foto Presiden Charles de Gaulle di sana pada tahun 1962. "Itu sama saja," candanya.

Hanggar itu akan disingkirkan karena Rafale tidak akan muat di dalamnya. "Kami harus mengulang semuanya untuk infrastruktur," kata kolonel tersebut, seperti dikutip AFP, Jumat (30/5/2025).

Rafale juga lebih berat daripada Mirage sehingga landasan pacu Luxeuil juga harus dibuat lebih panjang dan lebih kuat.

Pangkalan Luxeuil Jadi Penangkal Nuklir


"Karena pangkalan nuklir diberi perlindungan ekstra, kami harus meningkatkan langkah-langkah keamanan dan seluruh infrastruktur untuk mempercepatnya," kata kolonel tersebut, yang menyamakan pekerjaannya dengan "membangun katedral".

“Kita punya waktu 10 tahun untuk membangun pangkalan terbaik di Prancis dengan pesawat yang (saat ini) belum ada, senjata nuklir yang belum ada, dan teknisi yang belum bersekolah,” kata Roux.

Pangkalan Luxeuil akan ditutup antara tahun 2029 hingga 2032 untuk pekerjaan utama dan kedatangan Rafale pertama.

Akan ada empat kali lebih banyak pilot daripada Rafale yang memiliki dua awak. Sebanyak 300 teknisi yang saat ini berada di pangkalan akan bertambah menjadi 1.000 personel pada saat pangkalan baru beroperasi penuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Kejam! Parlemen Israel...
Kejam! Parlemen Israel Sahkan UU Sita Pajak Bea Cukai Palestina
Rekomendasi
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Ranking FIFA Timnas...
Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik usai Tumbangkan Mozambik?
Berita Terkini
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved