Prancis Perluas Pangkalan Pesawat Pengebom Nuklir Gara-gara Perang Rusia-Ukraina

Jum'at, 30 Mei 2025 - 08:27 WIB
loading...
A A A
“Logistik memenangkan perang,” kata Roux yang menyoroti pentingnya kecepatan dalam mempersiapkan jet untuk rotasi yang lebih cepat di antara penerbangan. Mesin Rafale dapat diganti dalam waktu satu jam dan kursi ejektor dalam waktu 15 menit, katanya.

Para pilot di pangkalan, yang tidak dapat disebutkan namanya, juga mengatakan mereka siap membawa senjata nuklir. “Itu adalah senjata pilihan terakhir, tetapi saya pikir kita semua siap menggunakannya untuk melindungi orang yang kita cintai dan negara kita,” kata salah seorang pilot.

Luxeuil dekat dengan perbatasan Prancis dengan Jerman, Swiss, Luksemburg, dan Belgia dan posisi tersebut juga dapat terbukti strategis.

Macron juga mengatakan bahwa dengan invasi Rusia ke Ukraina yang sedang berkecamuk dan meningkatkan kekhawatiran di seluruh Eropa, Prancis siap untuk mulai berdiskusi dengan negara-negara Eropa lainnya tentang kemungkinan pengerahan jet tempur Prancis yang bersenjata nuklir.

"Saya akan mendefinisikan kerangka kerja dengan cara yang sangat spesifik dalam beberapa minggu dan bulan mendatang," kata Macron dalam sebuah wawancara televisi bulan ini.

Rusia telah mengecam komentarnya. "Proliferasi senjata nuklir di benua Eropa adalah sesuatu yang tidak akan menambah keamanan, prediktabilitas, atau stabilitas di benua Eropa," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Israel Larang Wartawan...
Israel Larang Wartawan Rilis Video Rudal Iran Seliweran di Langit
Rekomendasi
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Kasus Hanania Travel,...
Kasus Hanania Travel, Aaliyah Massaid Akui Sedih Melihat Jemaah Umrah Gagal Berangkat
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved