PM Netanyahu Klaim Berhasil Bunuh Panglima Perang Hamas Mohammed Sinwar

Rabu, 28 Mei 2025 - 21:24 WIB
loading...
PM Netanyahu Klaim Berhasil...
PM Israel Benjamin Netanyahu mengklaim pasukannya berhasil membunuh panglima perang Hamas Mohammed Sinwar. Foto/IDF
A A A
GAZA - Panglima Perang Hamas di Gaza Mohammed Sinwar telah dibunuh. Itu diungkapkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sinwar adalah salah satu orang yang paling dicari di Israel dan adik dari mantan pemimpin kelompok militan itu Yahya Sinwar, yang tewas dalam baku tembak dengan pasukan Israel tahun lalu.

Berbicara di hadapan parlemen pada hari Rabu, Netanyahu memasukkan Mohammed Sinwar dalam daftar pemimpin Hamas yang tewas dalam serangan Israel.

Perkembangan itu terjadi setelah satu orang tewas dan 48 lainnya terluka setelah kerumunan orang membanjiri pusat bantuan di Gaza.

Mohammed Sinwar merupakan saudara dari Yahya Sinwar yang mendalangi serangan Oktober 2023 terhadap Israel dan mengambil alih sebagai pemimpin keseluruhan kelompok tersebut setelah Israel membunuh pendahulunya Ismail Haniyeh di Iran.

Sebelumnya, Times of Israel melaporkan, serangan yang menargetkan dan mungkin melenyapkan pemimpin Hamas Mohammed Sinwar di Gaza awal bulan ini dimungkinkan ketika pemimpin Hamas itu membuat kesalahan langka dengan bergerak tanpa "sabuk sandera" pertahanan yang melindunginya.

Channel 12 menayangkan rincian baru tentang serangan besar-besaran terhadap Mohammed Sinwar dan pejabat tinggi Hamas lainnya di terowongan Khan Younis pada tanggal 13 Mei yang saat ini diyakini telah menewaskan Sinwar, komandan de facto Hamas di Gaza, menyusul pembunuhan saudaranya Yahya oleh Israel pada bulan Oktober lalu.

Jaringan tersebut mengatakan Mohammed Sinwar hampir selalu dikelilingi oleh para sandera selama perang, karena para pemimpin Hamas menyadari bahwa ini merupakan pencegah yang kuat terhadap upaya pembunuhan Israel. Dan memang, Channel 12 mengatakan intelijen Israel telah lama melacak Sinwar tetapi berulang kali mengesampingkan kemungkinan serangan terhadapnya ketika diberi kesempatan karena kekhawatiran adanya sandera di sekitarnya.

"Tidak ada risiko yang diambil jika ada kemungkinan satu persen pun bahwa para sandera berada di area tersebut," kata seorang sumber keamanan kepada jaringan tersebut.

Baca Juga: Golden Dome, Bukti Ketakutan AS pada Perang Dunia III

Laporan tersebut mengatakan Sinwar menjadi lebih berhati-hati setelah kematian saudaranya dalam baku tembak dengan pasukan Israel, dan bahwa hanya sejumlah kecil orang yang mengetahui lokasinya setiap saat, menggemakan sebuah laporan pada hari Kamis di The Wall Street Journal.

Namun, karena alasan yang tidak diketahui, Sinwar memutuskan pada 13 Mei untuk bertemu dengan komandan Brigade Rafah di sayap militer Hamas, Mohammad Shabana, serta komandan senior lainnya, tanpa pengawalan sandera seperti biasanya.

The Wall Street Journal mengutip pernyataan pejabat Hamas dan Arab yang mengatakan pertemuan tokoh-tokoh penting Hamas diadakan untuk membahas pendekatan mereka terhadap pembicaraan tentang gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera, di antara hal-hal lainnya.

Diberi kesempatan ini, Angkatan Udara Israel segera mulai mempersiapkan serangan, kata laporan itu, meskipun para perwira tinggi memperkirakan serangan itu kemungkinan akan dibatalkan karena kekhawatiran akan melukai para sandera.

Serangan itu menargetkan kompleks komando bawah tanah di bawah Rumah Sakit Eropa. Kementerian kesehatan yang dikelola Hamas melaporkan 16 orang tewas dan lebih dari 70 orang terluka dalam serangan itu, meskipun belum ada kabar langsung apakah Sinwar termasuk di antara korban.

IDF kemudian mengebom daerah itu beberapa kali lagi, dalam upaya yang jelas untuk mencegah siapa pun mendekati terowongan dan membantu para teroris.

Menurut para pejabat yang dikutip oleh The Wall Street Journal, Hamas menemukan jenazah Sinwar sehari setelah serangan dan menguburnya sementara di terowongan lain, dengan maksud untuk memindahkan jenazahnya ke kuburan yang lebih layak setelah pertempuran berakhir.

Saluran berita Saudi Al-Hadath melaporkan bahwa jenazah Sinwar ditemukan bersama jenazah 10 ajudannya. Hamas belum mengonfirmasi hal ini.

Israel juga belum mengonfirmasi bahwa Sinwar terbunuh, tetapi Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan bahwa "menurut semua indikasi, Muhammad Sinwar telah disingkirkan."

Setelah terbunuhnya komandan militer tertinggi Hamas, Muhammad Deif, Juli lalu, Mohammed Sinwar mengambil alih sayap militer kelompok teror tersebut. Kemudian, setelah kakak laki-laki Sinwar, Yahya, terbunuh oleh pasukan IDF, ia menjadi pemimpin de facto kelompok teror tersebut di Jalur Gaza.

Pejabat Israel menggambarkan Muhammad Sinwar sebagai orang yang keras kepala dalam hal negosiasi pembebasan sandera, dan sebagai penghalang untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Sinwar yang lebih muda juga dicari karena aksi teroris terhadap Israel dan telah aktif di Hamas selama beberapa dekade.

Dia dipenjara oleh Israel pada tahun 1990-an selama sembilan bulan dan menghabiskan tiga tahun tambahan di penjara Otoritas Palestina di Ramallah, tempat dia melarikan diri pada tahun 2000. Pada tahun 2006, Sinwar menjadi bagian dari sel Hamas.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Prabowo dan Menlu Turkiye...
Prabowo dan Menlu Turkiye Bertemu di Hambalang, Bahas Isu Palestina hingga Timur Tengah
Trump: Jika Bukan karena...
Trump: Jika Bukan karena Saya, Israel Sudah Tak Ada saat Ini
Rekomendasi
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
MNC University Bersama...
MNC University Bersama Kedutaan Kuba dan Espanolindo Gelar Movie Screening & Photo Exhibition
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
Berita Terkini
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
Infografis
Tiga Alasan Netanyahu...
Tiga Alasan Netanyahu Tak Berani Melanjutkan Perang di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved