PM Netanyahu Klaim Berhasil Bunuh Panglima Perang Hamas Mohammed Sinwar
Rabu, 28 Mei 2025 - 21:24 WIB
loading...
A
A
A
Menurut para pejabat yang dikutip oleh The Wall Street Journal, Hamas menemukan jenazah Sinwar sehari setelah serangan dan menguburnya sementara di terowongan lain, dengan maksud untuk memindahkan jenazahnya ke kuburan yang lebih layak setelah pertempuran berakhir.
Saluran berita Saudi Al-Hadath melaporkan bahwa jenazah Sinwar ditemukan bersama jenazah 10 ajudannya. Hamas belum mengonfirmasi hal ini.
Israel juga belum mengonfirmasi bahwa Sinwar terbunuh, tetapi Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan bahwa "menurut semua indikasi, Muhammad Sinwar telah disingkirkan."
Setelah terbunuhnya komandan militer tertinggi Hamas, Muhammad Deif, Juli lalu, Mohammed Sinwar mengambil alih sayap militer kelompok teror tersebut. Kemudian, setelah kakak laki-laki Sinwar, Yahya, terbunuh oleh pasukan IDF, ia menjadi pemimpin de facto kelompok teror tersebut di Jalur Gaza.
Pejabat Israel menggambarkan Muhammad Sinwar sebagai orang yang keras kepala dalam hal negosiasi pembebasan sandera, dan sebagai penghalang untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Sinwar yang lebih muda juga dicari karena aksi teroris terhadap Israel dan telah aktif di Hamas selama beberapa dekade.
Dia dipenjara oleh Israel pada tahun 1990-an selama sembilan bulan dan menghabiskan tiga tahun tambahan di penjara Otoritas Palestina di Ramallah, tempat dia melarikan diri pada tahun 2000. Pada tahun 2006, Sinwar menjadi bagian dari sel Hamas.
Saluran berita Saudi Al-Hadath melaporkan bahwa jenazah Sinwar ditemukan bersama jenazah 10 ajudannya. Hamas belum mengonfirmasi hal ini.
Israel juga belum mengonfirmasi bahwa Sinwar terbunuh, tetapi Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan bahwa "menurut semua indikasi, Muhammad Sinwar telah disingkirkan."
Setelah terbunuhnya komandan militer tertinggi Hamas, Muhammad Deif, Juli lalu, Mohammed Sinwar mengambil alih sayap militer kelompok teror tersebut. Kemudian, setelah kakak laki-laki Sinwar, Yahya, terbunuh oleh pasukan IDF, ia menjadi pemimpin de facto kelompok teror tersebut di Jalur Gaza.
Pejabat Israel menggambarkan Muhammad Sinwar sebagai orang yang keras kepala dalam hal negosiasi pembebasan sandera, dan sebagai penghalang untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Sinwar yang lebih muda juga dicari karena aksi teroris terhadap Israel dan telah aktif di Hamas selama beberapa dekade.
Dia dipenjara oleh Israel pada tahun 1990-an selama sembilan bulan dan menghabiskan tiga tahun tambahan di penjara Otoritas Palestina di Ramallah, tempat dia melarikan diri pada tahun 2000. Pada tahun 2006, Sinwar menjadi bagian dari sel Hamas.
(ahm)
Lihat Juga :