Serangan India Ungkap Kelemahan Senjata Pakistan yang Diimpor dari China
Sabtu, 24 Mei 2025 - 11:03 WIB
loading...
A
A
A
Performa Buruk di Medan Tempur
Selama konflik India-Pakistan baru-baru ini, rudal PL-15 yang ditembakkan oleh jet J-10C Pakistan meleset dari sasaran atau tidak berfungsi, dengan beberapa dilaporkan mendarat di wilayah India.
Hal ini menantang klaim China tentang presisi dan panduan canggih rudal tersebut, terutama saat diadu dengan Rafale dan Su-30MKI milik India.
Demikian pula, sistem HQ-9 China gagal mencegat rudal atau pesawat India selama Operasi Sindoor, meski telah melakukan beberapa serangan udara terhadap target bernilai tinggi.
Kegagalan tersebut menunjukkan kelemahan yang lebih dalam perihal kemampuan deteksi dan respons, yang melemahkan daya tariknya bagi calon pembeli di Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.
Upaya China untuk memasarkan J-10C juga terpukul, karena klaim tentang hilangnya pesawat India masih belum diverifikasi. India membantah telah kehilangan Rafale, sementara laporan menunjukkan keberhasilan pertempuran melawan jet Pakistan, kemungkinan J-10C.
Kemunduran ini membayangi ambisi ekspor senjata global China, terutama di pasar yang mengutamakan keandalan dan kinerja tempur.
Walau senjata China sering kali dibanderol dengan harga kompetitif, ketidakmampuannya untuk dipakai secara efektif di medan tempur dapat mendorong pembeli ke alternatif Barat atau Rusia.
Konflik terbaru India-Pakistan telah menyingkap kesenjangan antara pemasaran pertahanan China dan efektivitas di dunia nyata, sehingga menghambat upayanya untuk dilihat sebagai pemasok senjata papan atas.
(mas)
Lihat Juga :