Serangan India Ungkap Kelemahan Senjata Pakistan yang Diimpor dari China

Sabtu, 24 Mei 2025 - 11:03 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Pengakuan Langka PM Sharif: India Merudal Pangkalan Udara Nur Khan Pakistan

Para pengamat menunjuk pada dua kemungkinan: baik itu China memasok Pakistan dengan peralatan di bawah standar, atau persenjataannya lebih rendah kualitasnya dibandingkan campuran sistem dalam negeri dan impor dari Rusia, Israel, dan negara-negara Barat.

Bagi China, yang telah lama bercita-cita menantang dominasi Barat dan Rusia di pasar ekspor pertahanan, episode ini merupakan krisis reputasi.

Kredibilitas sistemnya—terutama yang ditawarkan kepada pembeli di Afrika, Asia, dan Amerika Latin—kini menghadapi pengawasan global.

Kecuali Beijing mengatasi masalah kinerja dan keandalan ini, terutama yang terungkap di medan perang, ambisinya untuk menjadi eksportir senjata papan atas kemungkinan besar tidak akan terwujud.

Ekspor Senjata China Terancam


Selama dua dekade terakhir, China telah menjadi eksportir senjata terbesar keempat di dunia, hanya di belakang Amerika Serikat, Rusia, dan Prancis.

Meskip demikian, masalah kinerja yang serius telah menghambat ambisi China. Myanmar, misalnya, menghentikan sebagian besar jet tempur China-nya karena kinerja radar yang buruk dan cacat yang belum teratasi bertahun-tahun setelah pengiriman.

Nigeria terpaksa mengembalikan tujuh dari sembilan jet tempur Chengdu F-7 karena masalah perawatan. Bahkan Pakistan, mitra strategis terdekat China, melaporkan masalah kritis pada fregat F-22P buatan China, termasuk kegagalan mesin, kesalahan sensor, dan cacat pada kendali rudal.

Kekurangan yang berulang ini terus menimbulkan keraguan atas kredibilitas ekspor pertahanan China. Kredibilitas pertahanan China terpukul saat sistem PL-15 dan HQ-9 goyah dalam konflik Indo-Pakistan

Kinerja medan perang yang buruk dari ekspor militer andalan China—rudal udara-ke-udara PL-15 dan sistem pertahanan udara HQ-9—telah menimbulkan kekhawatiran serius tentang kredibilitas teknologi pertahanannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Peluang Iran Lolos ke...
Peluang Iran Lolos ke Babak 32 Besar Masih Terbuka, Diprediksi Capai 80 Persen
Sinergi BPJS dan Kejaksaan...
Sinergi BPJS dan Kejaksaan Agung, Jaga Keberlangsungan JKN
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
Berita Terkini
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved