Pesawat Pembawa 6 Orang Jatuh di AS, Hancurkan Rumah dan Lebih dari Selusin Mobil Terbakar
Jum'at, 23 Mei 2025 - 09:20 WIB
loading...
Pesawat Cessna 550 pembawa enam orang jatuh di California, AS. Kecelakaan ini menghancurkan sebuah rumah dan menyebakan banyak mobil terbakar. Foto/CBS 8
A
A
A
WASHINGTON - Sebuah pesawat kecil yang membawa enam orang telah jatuh di lingkungan California, Amerika Serikat (AS) sebelum fajar pada Kamis waktu setempat. Kecelakaan ini menghancurkan sebuah rumah dan membakar lebih dari selusin mobil.
Beberapa orang dilaporkan tewas. Namun, pihak berwenang belum merilis jumlah pasti korban tragedi pesawat tersebut.
Setidaknya 10 rumah lainnya tertimpa puing-puing dan kendaraan di kedua sisi jalan terbakar ketika pesawat Cessna 550 tersebut menghantam tanah.
Pesawat itu menyemburkan bahan bakar jet yang terbakar di bagian San Diego yang merupakan rumah bagi keluarga militer.
Baca Juga: Pesawat Jatuh di Rawa Penuh Buaya, 5 Orang Selamat usai Bertahan 36 Jam dengan Makan Tepung Singkong
Asisten Kepala Pemadam Kebakaran San Diego Dan Eddy mengatakan kepada wartawan bahwa satu rumah rusak parah, tetapi tidak ada seorang pun di darat yang terluka parah.
"Ketika (pesawat) menghantam jalan, saat bahan bakar jet turun, semua mobil yang ada di kedua sisi jalan hancur," katanya.
Menurut Badan Penerbangan Federal (FAA) AS, pesawat itu membawa enam orang di dalamnya.
Salah satu korban tewas diidentifikasi sebagai Dave Shapiro, seorang agen musik yang mendirikan Sound Talent Group (STG) yang berbasis di San Diego.
Perusahaan itu mengatakan dua anggota staf lain yang berada di dalam pesawat itu juga tewas.
"Kami sangat terpukul atas kehilangan salah satu pendiri, kolega, dan teman kami," kata STG melalui juru bicaranya, seperti dikutip dari AFP, Jumat(23/5/2025).
Departemen Kepolisian San Diego mengatakan pada Kamis sore bahwa sedikitnya dua orang tewas, tetapi responden pertama di tempat kejadian mengatakan pesawat itu hancur total dan mereka memperkirakan jumlah korban akan bertambah.
Saksi mata, Yasmine Sierra (35), memberi tahu AFP bagaimana dia membantu tetangganya melarikan diri dari rumah mereka yang terbakar saat gelap setelah terbangun oleh apa yang awalnya dia pikir adalah gempa bumi.
“Semua rumah tampak terbakar karena saya bisa melihat asap dan api, pohon-pohon tampak terbakar,” katanya.
Beberapa saat kemudian, dia mendengar teriakan dari tetangganya yang terjebak di taman belakang rumah mereka.
“Saya dan anak saya meraih tangga, kami melompat di atas trampolin, dan kami mencoba melompat sejauh mungkin, untuk melempar tangga itu agar mereka bisa naik ke tangga dan masuk ke halaman belakang rumah kami,” kata Sierra.
Seorang wanita, dua anak, dan dua anjing kecil memanjat tangga untuk menyelamatkan diri.
“Dia sangat sedih ketika dia datang. Saya membawanya ke depan rumah, dan saya mengatakan kepadanya bahwa, Anda tahu, kami harus pergi," ujarnya.
Jeremy Serna (31), yang bertugas di Angkatan Laut, mengatakan bahwa dia dan istrinya terbangun karena suara ledakan keras.
“Kami melihat ke luar, dan langit berwarna jingga. Lalu saya berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi, dan semuanya terbakar di sini,” katanya kepada AFP.
“Saya melihat rumah pojok itu baru saja dilalap api. Lalu kembali ke sini dan memberi tahu istri saya, hei, kita harus keluar dari sini.”
Penyelidik menyisir lokasi kejadian pada hari Kamis, memilah-milah puing pesawat yang berserakan, yang tampaknya telah pecah menjadi ratusan bagian.
Potongan-potongan fiberglass berserakan di antara sisa-sisa mobil yang bengkok dan hangus, dan bau bahan bakar tercium di udara.
Kecelakaan itu terjadi dalam kabut tebal ketika pesawat, yang datang melalui Kansas, mendekati Bandara Eksekutif Montgomery-Gibbs.
Tidak segera jelas apa yang terjadi, tetapi Eddy dari pemadam kebakaran mengatakan kabel listrik di dekatnya tampaknya telah terpotong.
Pesawat itu jatuh sekitar pukul 03.45 pagi, menurut Administrasi Penerbangan Federal, menghantam lingkungan Murphy Canyon.
Daerah pemukiman sebagian besar adalah perumahan militer. San Diego adalah rumah bagi fasilitas Angkatan Laut AS, pangkalan Korps Marinir, dan stasiun Penjaga Pantai.
Kecelakaan itu terjadi padasaat ketegangan meningkat di langit Amerika.
Gangguan kontrol lalu lintas udara telah melanda bandara Newark yang sibuk di Pantai Timur setidaknya dua kali dalam beberapa minggu terakhir, dan pada bulan Januari terjadi tabrakan di udara di atas Washington antara pesawat penumpang dan helikopter militer.
Bulan ini dua orang tewas ketika pesawat kecil yang mereka tumpangi jatuh ke lingkungan permukiman di barat laut Los Angeles.
Beberapa orang dilaporkan tewas. Namun, pihak berwenang belum merilis jumlah pasti korban tragedi pesawat tersebut.
Setidaknya 10 rumah lainnya tertimpa puing-puing dan kendaraan di kedua sisi jalan terbakar ketika pesawat Cessna 550 tersebut menghantam tanah.
Pesawat itu menyemburkan bahan bakar jet yang terbakar di bagian San Diego yang merupakan rumah bagi keluarga militer.
Baca Juga: Pesawat Jatuh di Rawa Penuh Buaya, 5 Orang Selamat usai Bertahan 36 Jam dengan Makan Tepung Singkong
Asisten Kepala Pemadam Kebakaran San Diego Dan Eddy mengatakan kepada wartawan bahwa satu rumah rusak parah, tetapi tidak ada seorang pun di darat yang terluka parah.
"Ketika (pesawat) menghantam jalan, saat bahan bakar jet turun, semua mobil yang ada di kedua sisi jalan hancur," katanya.
Menurut Badan Penerbangan Federal (FAA) AS, pesawat itu membawa enam orang di dalamnya.
Salah satu korban tewas diidentifikasi sebagai Dave Shapiro, seorang agen musik yang mendirikan Sound Talent Group (STG) yang berbasis di San Diego.
Perusahaan itu mengatakan dua anggota staf lain yang berada di dalam pesawat itu juga tewas.
"Kami sangat terpukul atas kehilangan salah satu pendiri, kolega, dan teman kami," kata STG melalui juru bicaranya, seperti dikutip dari AFP, Jumat(23/5/2025).
Departemen Kepolisian San Diego mengatakan pada Kamis sore bahwa sedikitnya dua orang tewas, tetapi responden pertama di tempat kejadian mengatakan pesawat itu hancur total dan mereka memperkirakan jumlah korban akan bertambah.
Rumah DilalapApi, Mobil-mobil Hangus
Saksi mata, Yasmine Sierra (35), memberi tahu AFP bagaimana dia membantu tetangganya melarikan diri dari rumah mereka yang terbakar saat gelap setelah terbangun oleh apa yang awalnya dia pikir adalah gempa bumi.
“Semua rumah tampak terbakar karena saya bisa melihat asap dan api, pohon-pohon tampak terbakar,” katanya.
Beberapa saat kemudian, dia mendengar teriakan dari tetangganya yang terjebak di taman belakang rumah mereka.
“Saya dan anak saya meraih tangga, kami melompat di atas trampolin, dan kami mencoba melompat sejauh mungkin, untuk melempar tangga itu agar mereka bisa naik ke tangga dan masuk ke halaman belakang rumah kami,” kata Sierra.
Seorang wanita, dua anak, dan dua anjing kecil memanjat tangga untuk menyelamatkan diri.
“Dia sangat sedih ketika dia datang. Saya membawanya ke depan rumah, dan saya mengatakan kepadanya bahwa, Anda tahu, kami harus pergi," ujarnya.
Jeremy Serna (31), yang bertugas di Angkatan Laut, mengatakan bahwa dia dan istrinya terbangun karena suara ledakan keras.
“Kami melihat ke luar, dan langit berwarna jingga. Lalu saya berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi, dan semuanya terbakar di sini,” katanya kepada AFP.
“Saya melihat rumah pojok itu baru saja dilalap api. Lalu kembali ke sini dan memberi tahu istri saya, hei, kita harus keluar dari sini.”
Penyelidik menyisir lokasi kejadian pada hari Kamis, memilah-milah puing pesawat yang berserakan, yang tampaknya telah pecah menjadi ratusan bagian.
Potongan-potongan fiberglass berserakan di antara sisa-sisa mobil yang bengkok dan hangus, dan bau bahan bakar tercium di udara.
Kecelakaan itu terjadi dalam kabut tebal ketika pesawat, yang datang melalui Kansas, mendekati Bandara Eksekutif Montgomery-Gibbs.
Tidak segera jelas apa yang terjadi, tetapi Eddy dari pemadam kebakaran mengatakan kabel listrik di dekatnya tampaknya telah terpotong.
Pesawat itu jatuh sekitar pukul 03.45 pagi, menurut Administrasi Penerbangan Federal, menghantam lingkungan Murphy Canyon.
Daerah pemukiman sebagian besar adalah perumahan militer. San Diego adalah rumah bagi fasilitas Angkatan Laut AS, pangkalan Korps Marinir, dan stasiun Penjaga Pantai.
Kecelakaan itu terjadi padasaat ketegangan meningkat di langit Amerika.
Gangguan kontrol lalu lintas udara telah melanda bandara Newark yang sibuk di Pantai Timur setidaknya dua kali dalam beberapa minggu terakhir, dan pada bulan Januari terjadi tabrakan di udara di atas Washington antara pesawat penumpang dan helikopter militer.
Bulan ini dua orang tewas ketika pesawat kecil yang mereka tumpangi jatuh ke lingkungan permukiman di barat laut Los Angeles.
(mas)
Lihat Juga :