Pria AS Penembak Mati 2 Staf Kedubes Israel Ditangkap, Teriak 'Bebaskan Palestina!'
Kamis, 22 Mei 2025 - 14:54 WIB
loading...
A
A
A
Di media sosial, Presiden AS Donald Trump menulis: “Pembunuhan mengerikan di [Washington] DC ini, yang jelas-jelas didasarkan pada antisemitisme, harus diakhiri, SEKARANG! Kebencian dan Radikalisme tidak punya tempat di AS.”
Wali Kota Washington Muriel Bowser mengatakan, "Penembakan tersebut akan membuat takut banyak orang di kota kami dan di negara kami.”
“Saya ingin menegaskan bahwa kami tidak akan menoleransi kekerasan atau kebencian ini di kota kami,” katanya.
“Kami tidak akan menoleransi tindakan terorisme apa pun, dan kami akan bersatu sebagai komunitas dalam beberapa hari dan minggu mendatang melawan antisemitisme," paparnya, seperti dikutip The New York Times, Kamis (22/5/2025).
Ketegangan meningkat di Israel dan Amerika Serikat sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel dan perang brutal Israel berikutnya di Gaza.
Protes pro-Palestina berlangsung sengit di kampus-kampus, di luar kedutaan besar, dan di tempat lain. Kedutaan Besar Israel di Washington menjadi fokus khusus para pengunjuk rasa.
Wali Kota Washington Muriel Bowser mengatakan, "Penembakan tersebut akan membuat takut banyak orang di kota kami dan di negara kami.”
“Saya ingin menegaskan bahwa kami tidak akan menoleransi kekerasan atau kebencian ini di kota kami,” katanya.
“Kami tidak akan menoleransi tindakan terorisme apa pun, dan kami akan bersatu sebagai komunitas dalam beberapa hari dan minggu mendatang melawan antisemitisme," paparnya, seperti dikutip The New York Times, Kamis (22/5/2025).
Ketegangan meningkat di Israel dan Amerika Serikat sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel dan perang brutal Israel berikutnya di Gaza.
Protes pro-Palestina berlangsung sengit di kampus-kampus, di luar kedutaan besar, dan di tempat lain. Kedutaan Besar Israel di Washington menjadi fokus khusus para pengunjuk rasa.
(mas)
Lihat Juga :