Setelah Serang Pakistan, India Kini Gempur Habis-habisan Kaum Maois

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:01 WIB
loading...
Setelah Serang Pakistan,...
Pejuang Maois mengikuti acara sambil membawa senjata api. Foto/india today
A A A
NEW DELHI - Perang antara India dan Pakistan telah mereda dengan gencatan senjata. Meski demikian, kini India melancarkan perang besar-besaran terhadap para pejuang Maois.

Pasukan keamanan India telah melancarkan serangan habis-habisan terhadap para pejuang Maois di negara bagian Chhattisgarh, karena pemerintah federal bermaksud “membasmi” pemberontakan bersenjata yang telah berlangsung lama di wilayah suku yang kaya akan mineral di negara tersebut.

Hutan perbukitan Karrigatta, yang membentang di negara bagian Chhattisgarh dan Telangana, telah berubah menjadi “zona perang” dengan lebih dari 10.000 tentara India dikerahkan dalam operasi anti-Maois yang dijuluki “Operasi Nol atau Kagar”.

Partai Bharatiya Janata (BJP) sayap kanan, yang menjalankan negara bagian dan juga pemerintah pusat, telah meningkatkan operasi keamanan secara drastis, menewaskan 201 pemberontak Maois, yang juga dikenal sebagai Naxal, tahun ini.

Sebanyak 27 pemberontak tewas pada hari Rabu, termasuk pemimpin Maois. Dalam 16 bulan terakhir, lebih dari 400 pemberontak Maois yang diduga tewas di negara bagian Chhattisgarh, rumah bagi populasi besar Adivasi (yang berarti penduduk asli atau pribumi).

Namun, para aktivis khawatir. Mereka mengatakan banyak dari mereka yang tewas adalah Adivasi yang tidak bersalah.

Dan para pegiat dan pemimpin oposisi mendesak pemerintah menghentikan tembakan dan mengadakan pembicaraan dengan pemberontak Maois untuk menemukan solusi bagi masalah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Lebih dari 11.000 warga sipil dan pasukan keamanan tewas dalam bentrokan yang melibatkan pejuang Maois antara tahun 2000 dan 2024, menurut angka resmi.

Pasukan keamanan telah menewaskan 6.160 pejuang Maois selama periode yang sama, menurut polisi dan tokoh Maois.

Jadi, apakah pendekatan garis keras pemerintah India akan membantu membawa perdamaian, atau akan semakin mengasingkan Adivasi, yang sudah menjadi salah satu kelompok paling terpinggirkan di negara itu?

Siapakah para Maois, dan mengapa mereka berperang melawan negara India?

Pemberontakan bersenjata di India bermula dari pemberontakan pedesaan tahun 1967 di kota kecil Naxalbari, yang terletak di negara bagian Benggala Barat. Kata Naxal berasal dari nama kota tersebut.

Dipimpin para pemimpin komunis Kanu Sanyal, Charu Majumdar, dan Jungle Santal, pemberontakan bersenjata tersebut menyerukan penanganan masalah tidak memiliki tanah dan eksploitasi kaum miskin pedesaan oleh tuan tanah.

Ketiga pemimpin tersebut mendirikan Partai Komunis India (Marxis-Leninis) (CPI(ML)) pada tanggal 22 April 1969, untuk melancarkan pemberontakan bersenjata terhadap negara India.

Mereka yakin tuntutan mereka tidak akan dipenuhi oleh tatanan demokrasi yang berlaku.

Pemberontak Naxal juga terinspirasi ideologi revolusioner Pemimpin China Mao Zedong. Dengan meniru pendekatan Partai Komunis China untuk merebut negara, mereka melancarkan pemberontakan dengan kekerasan terhadap pasukan keamanan India di India tengah dan timur yang kaya mineral selama beberapa dekade.

Pemerintah Benggala Barat, yang dipimpin pemimpin Kongres Siddhartha Shankar Ray, meluncurkan kampanye sengit untuk menekan pemberontakan Naxalite.

Sanyal, salah satu pemimpin pendiri gerakan tersebut, mengatakan kepada wartawan ini pada tahun 2010 bahwa "pada tahun 1973, sebanyak 32.000 anggota Naxalite atau simpatisannya telah dipenjara di seluruh India."

"Banyak yang terbunuh dalam pertikaian palsu. Dan ketika Keadaan Darurat diumumkan pada bulan Juni 1975, sudah jelas bahwa matahari hampir terbenam bagi gerakan Naxalite," ujar dia.

Ia meninggal pada tahun 2010, pada usia 78 tahun, tampaknya karena bunuh diri di Siliguri.

Selama bertahun-tahun, CPI(ML) terpecah menjadi beberapa partai, lebih dari 20 di antaranya masih ada.

CPI(ML) yang utama sendiri menghentikan perjuangan bersenjata, menyatakan keyakinannya pada Konstitusi India, dan mulai berpartisipasi dalam politik elektoral.

Saat ini, CPI(ML) merupakan organisasi politik yang diakui secara hukum dengan beberapa legislator.

Sementara itu, pada tahun 1980, salah satu pecahannya, Partai Komunis India (Marxis–Leninis) Perang Rakyat, didirikan oleh Kondapalli Seetharamayya dan Kolluri Chiranjeevi di Andhra Pradesh.

Faksi sempalan utama lainnya, Pusat Komunis Maois (MCC), memiliki basis di negara bagian Bihar dan Benggala Barat.

Pada bulan September 2004, MCC dan Perang Rakyat CPI(ML) bergabung, yang menghasilkan pembentukan Partai Komunis India (Maois), organisasi Maois bersenjata terbesar di India saat ini.

Sekretaris jenderal terbaru organisasi tersebut, Nambala Keshava Rao, alias Basavaraj, dibunuh oleh pasukan keamanan pada hari Rabu di Bastar, Chhattisgarh, benteng terakhir kaum Maois.

Baca juga: Jet Tempur dan Rudal China Unggul Hadapi Pesawat Barat India, Beijing Makin Pede Rebut Taiwan
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Bangunan Bimbingan Belajar...
Bangunan Bimbingan Belajar Ambruk, 14 Anak Tewas
Rekomendasi
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
Sepatu Pink Jadi Tren...
Sepatu Pink Jadi Tren di Piala Dunia 2026
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
Perbandingan Jumlah...
Perbandingan Jumlah Muslim antara India, Pakistan, dan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved