Kim Jong-un Marah Besar karena Kapal Perang Korut 5.000 Ton Rusak saat Diresmikan

Kamis, 22 Mei 2025 - 10:51 WIB
loading...
Kim Jong-un Marah Besar...
Kim Jong-un marah besar setelah kapal perang Korea Utara berbobot 5.000 ton rusak saat upacara peresmian. Foto/KCTV via NK News
A A A
PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un marah besar setelah kapal perang terbaru seberat 5.000 ton rusak saat upacara peresmian pada Rabu. Media pemerintah pada Kamis (22/5/2025) melaporkan bahwa para pejabat hingga ilmuwan disalahkan atas kejadian tersebut.

Kapal perang itu meluncur dari landasan dan mogok setelah gerbong datar gagal bergerak di sampingnya. Itu membuatnya kehilangan keseimbangan dan menghancurkan bagian dasar kapal, menurut laporan Korean Central News Agency (KCNA).

Kecelakaan pada upacara hari Rabu di pelabuhan timur laut Chongjin itu merupakan kemunduran yang memalukan bagi Kim Jong-un, yang telah menekankan kemajuan Angkatan Laut sebagai kunci bagi militer bersenjata nuklirnya.

Baca Juga: Korea Utara Luncurkan Kapal Perang 5.000 Ton Bersenjata Paling Kuat, Kim Jong-un Bicara Nuklir

"Kim Jong-un menyalahkan pejabat militer, ilmuwan, dan operator galangan kapal atas apa yang dia gambarkan sebagai kecelakaan serius dan tindakan kriminal yang disebabkan oleh kecerobohan total, tidak bertanggung jawab, dan empirisme yang tidak ilmiah," tulis KCNA, yang dikutip AP.

Dia, lanjut KCNA, menyerukan pertemuan Partai Buruh yang berkuasa untuk mengatasi apa yang dia sebut "kesalahan tidak bertanggung jawab mereka".

Kantor berita pemerintah Korea Utara itu melaporkan secara terpisah bahwa rapat pleno Komite Sentral partai yang berkuasa dijadwalkan pada akhir Juni.

Media itu tidak menyebutkan apakah insiden hari Rabu itu menyebabkan cedera.

Kapal yang rusak itu kemungkinan berada di kelas yang sama dengan kapal perusak pertama negara itu, yang diluncurkan pada tanggal 25 April, yang menurut para pakar merupakan kapal perang terbesar dan tercanggih milik Korea Utara hingga saat ini.

Kim Jong-un menyebutnya sebagai aset penting untuk memajukan tujuannya dalam memperluas jangkauan operasional militer dan kemampuan serangan nuklir.

Media pemerintah menggambarkan kapal itu dirancang untuk menangani berbagai sistem persenjataan, termasuk senjata anti-udara dan anti-kapal serta rudal balistik dan jelajah berkemampuan nuklir.

Kim Jong-un juga mengawasi uji coba penembakan rudal dari kapal perusak itu setelahnya, dan media pemerintah mengatakan kapal itu diharapkan mulai bertugas aktif awal tahun depan.

Lee Sung Joon, juru bicara Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, mengatakan kapal yang rusak itu kemungkinan dilengkapi dengan sistem serupa dan masih terguling di laut.

Kim Jong-un telah membingkai peningkatan persenjataan tersebut sebagai respons terhadap ancaman yang dirasakan dari Amerika Serikat dan sekutunya di Asia, yang telah memperluas latihan militer gabungan di tengah meningkatnya ketegangan atas program nuklir Korea Utara.

Dia mengatakan akuisisi kapal selam bertenaga nuklir akan menjadi langkah besar berikutnya dalam memperkuat Angkatan Laut-nya.

Para pakar asing mengatakan kapal perusak tersebut kemungkinan dibangun dengan bantuan Rusia. Sementara kekuatan Angkatan Laut Korea Utara dianggap lebih rendah daripada Korea Selatan, para analis masih memandang kapal perusak tersebut sebagai ancaman keamanan yang serius, karena dapat meningkatkan kemampuan ofensif dan defensif negara tersebut.

Ketegangan di Semenanjung Korea telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena Kim Jong-un mempercepat pengembangan program nuklir dan misilnya serta memasok senjata dan pasukan untuk mendukung perang Rusia di Ukraina.

Amerika Serikat, Korea Selatan, dan sekutu mereka telah menyatakan kekhawatiran bahwa Moskow dapat membalas budi dengan menyediakan teknologi senjata canggih bagi Korea Utara, yang selanjutnya meningkatkan ancaman yang ditimbulkan oleh program nuklir dan misilnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Sensasi Merayakan Cinta...
Sensasi Merayakan Cinta di Kapel Tebing Bali 70 Meter di Atas Samudera Hindia
Berita Terkini
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Infografis
Kim Jong-un Janji Perbanyak...
Kim Jong-un Janji Perbanyak Bom Nuklir saat Trump Ingin Lucuti Senjata Korut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved