Seteru Memanas, India Sangkal Terlibat Serangan Bom di Pakistan

Kamis, 22 Mei 2025 - 07:15 WIB
loading...
Seteru Memanas, India...
PM Pakistan Shehbaz Sharif menjenguk para korban ledakan bom bus pelajar di Balochistan. India menyangkal terlibat serangan bom tersebut. Foto/X @GovtofPakistan
A A A
NEW DELHI - India telah menolak tuduhan Pakistan bahwa New Delhi terlibat dalam serangan bom di Khuzdar, provinsi Balochistan, yang menewaskan lima orang, termasuk tiga anak-anak. Serangan bom ini memanaskan kembali perseteruan kedua negara setelah sebelumnya terlibat pertempuran empat hari.

New Delhi menyebut tuduhan Islamabad tidak berdasar, menggambarkannya sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari reputasi Pakistan sendiri sebagai pusat terorisme.

"India menolak tuduhan tidak berdasar yang dibuat oleh Pakistan mengenai keterlibatan India dengan insiden di Khuzdar hari ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswa, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (22/5/2025).

“India turut berduka cita atas hilangnya nyawa dalam semua insiden tersebut. Namun, untuk mengalihkan perhatian dari reputasinya sebagai pusat terorisme global dan menyembunyikan kegagalannya sendiri, sudah menjadi kebiasaan Pakistan untuk menyalahkan India atas semua masalah internalnya," paparnya.

Baca Juga: Gagal di Medan Perang, Pakistan Tuduh India Dalangi Serangan Teror yang Tewaskan 5 Orang

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah bus yang membawa pelajar menjadi sasaran ledakan bom di distrik Khuzdar, Balochistan, pada Rabu pagi. Ledakan bom ini menewaskan tiga dari lima orang, sementara beberapa lainnya terluka, menurut Hubungan Masyarakat Antar-Layanan (ISPR), sayap media Angkatan Bersenjata Pakistan.

ISPR menuduh India memanfaatkan kelompok proksi sebagai sarana untuk memicu terorisme di Pakistan.

“Setelah gagal dalam [menghadapi] Operasi Bunyan-um Marsoos dan diburu oleh militer dan lembaga penegak hukum, proksi teror India ini digunakan sebagai alat negara oleh India untuk memicu terorisme di Pakistan terhadap target empuk seperti anak-anak dan warga sipil yang tidak bersalah,” kata ISPR dalam sebuah pernyataan.

Operasi Bunyan-um Marsoos dilancarkannya terhadap India awal bulan ini sebagai respons atas Operasi Sindoor India, yang mencakup penargetan apa yang disebut New Delhi sebagai “infrastruktur teroris di Pakistan dan wilayah Kashmir yang dikontrol Pakistan.

Insiden di Khuzdar adalah yang terbaru dalam serangkaian peristiwa yang telah membuat hubungan antara India dan Pakistan menjadi tegang.

Dua negara bersenjata nuklir di Asia Selatan itu terlibat dalam permusuhan besar setelah India melancarkan serangan terhadap apa yang mereka sebut sebagai "fasilitas teroris" di wilayah yang dikontrol Pakistan pada 7 Mei, sebagai tanggapan atas serangan teror yang menewaskan 26 turis Hindu di wilayah Jammu dan Kashmir yang dikelola India pada 22 April.

Setelah empat hari pertempuran sengit, New Delhi dan Islamabad menyetujui gencatan senjata.

India telah lama menyatakan bahwa Pakistan melindungi dan mendukung kelompok teroris, dan telah meminta masyarakat internasional untuk mengambil tindakan.

Pakistan membantah tuduhan tersebut dan menuduh balik India mendukung gerakan teroris dan separatis di wilayah Pakistan, termasuk di Balochistan.

Provinsi tersebut, yang berbatasan dengan Iran di sebelah barat, Afghanistan di sebelah barat laut, dan Laut Arab di sebelah selatan, telah mengalami kekerasan selama puluhan tahun, termasuk beberapa pemberontakan, sejak Pakistan dan India memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1947.

Pada bulan Maret, Tentara Pembebasan Baloch (BLA) merebut Jaffar Express, sebuah kereta penumpang di provinsi Balochistan, Pakistan, menyandera lebih dari 400 penumpang. Para pejabat di Islamabad telah menyatakan bahwa para penangan serangan itu terkait dengan Afghanistan sementara pada saat yang sama menyalahkan India karena "mensponsori terorisme terhadap Pakistan", sebuah klaim yang ditolak oleh New Delhi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Sidang Putusan Perkara...
Sidang Putusan Perkara Chromebook Digelar 30 Juni, Nadiem: Saya Harap Keputusannya Bebas
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved