Oposisi Israel: Pemerintah PM Netanyahu Merayakan Kematian Anak-anak Gaza

Kamis, 22 Mei 2025 - 03:30 WIB
loading...
Oposisi Israel: Pemerintah...
Pemerintah PM Netanyahu merayakan kematian anak-anak Gaza. Foto/X/QudsNen
A A A
TEL AVIV - Pemimpin oposisi Israel Yair Golan berusaha untuk membela pernyataan yang dibuatnya sebelumnya yang memicu reaksi keras. Dia mengatakan anggota pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu "merayakan kematian dan kelaparan anak-anak di Gaza, kita harus bersuara."

Golan, kepala partai Demokrat dan mantan wakil kepala staf angkatan darat Israel, mengatakan kepada stasiun televisi Israel KAN bahwa "negara yang waras tidak berperang melawan warga sipil, tidak membunuh anak-anak sebagai hobi, dan tidak bertujuan untuk mengusir penduduk."

Menanggapi kritik dari para menteri, ia kemudian berkata: "Perang di Gaza dimulai sebagai tanggapan yang tegas, dapat dibenarkan, dan diperlukan terhadap serangan Hamas (Oktober 2023) yang keji. Itu adalah perang yang sah untuk melindungi keamanan Israel."

"Apa yang dimulai sebagai perang yang adil untuk memulihkan keamanan dan membebaskan para sandera kini telah berubah, di bawah pemerintahan yang gagal ini, menjadi perang tanpa keamanan atau tujuan nasional," tambahnya.

Melansir Anadolu, Pemerintah Israel memperkirakan bahwa 58 sandera masih berada di Gaza, termasuk 20 orang yang diyakini masih hidup. Sementara itu, lebih dari 10.100 warga Palestina ditahan di penjara-penjara Israel, di mana kelompok-kelompok hak asasi manusia melaporkan penyiksaan yang meluas, kelaparan, dan pengabaian medis, yang menyebabkan banyak kematian.

Mempertanyakan tujuan yang dinyatakan pemerintah Netanyahu untuk perang tersebut, Golan berkata: "Apa yang kita lihat di Gaza saat ini bukanlah manuver untuk membebaskan para sandera."

"Mereka semua bisa saja dibebaskan sejak lama melalui kesepakatan yang komprehensif," tambahnya.

Oposisi dan keluarga para sandera menuduh Netanyahu memperpanjang perang untuk memuaskan faksi-faksi sayap kanan paling ekstrem dalam koalisinya dan untuk melayani kepentingan politiknya sendiri, khususnya untuk tetap berkuasa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
AS Tak Akan Usik Program...
AS Tak Akan Usik Program Rudal Balistik Iran dalam Perundingan
Rekomendasi
Tantri Kotak Diduga...
Tantri Kotak Diduga Jadi Korban Penipuan Rp10 Miliar, Arda Naff Angkat Bicara
SNA Dorong Inovasi Ahli...
SNA Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Indonesia Sehat
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Berita Terkini
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved