Perusahaan Tentara Bayaran AS Mulai Merekrut untuk Israel di LinkedIn
Rabu, 21 Mei 2025 - 07:18 WIB
loading...
A
A
A
MEE tidak dapat memverifikasi foto-foto tersebut secara independen.
MEE tidak dapat mengidentifikasi perekrut, Ali Ali, yang memiliki 13 koneksi LinkedIn dan tidak memiliki foto profil.
Namun, SRS dipimpin mantan perwira paramiliter CIA Phil Reilly, yang pernah bertugas di Asia, Afghanistan, dan Irak.
Dua mantan pejabat AS mengatakan kepada MEE bahwa Reilly telah mendapatkan kepercayaan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan beberapa pengusaha Israel yang dekat dengannya.
Perusahaannya telah lama menjadi favorit untuk mengamankan bantuan kemanusiaan ke Gaza dalam proyek yang menurut seorang pengusaha Israel dapat mencapai kontrak senilai "ratusan juta dolar".
SRS adalah salah satu kontraktor militer swasta yang bertanggung jawab mengamankan Koridor Netzarim Gaza selama gencatan senjata yang berlangsung singkat.
Pertempuran di Gaza sempat berhenti pada bulan Januari tetapi berlanjut lagi pada bulan Maret ketika Israel secara sepihak melanjutkan serangan ke daerah kantong tersebut.
Menurut laporan Reuters pada bulan Januari, kontraktor AS dibayar USD1.100 sehari untuk bekerja di Gaza, dengan uang muka USD10.000 untuk para veteran.
“Pekerjaan SRS selama gencatan senjata pertama sebagian besar dibayar oleh AS dan negara-negara Teluk,” ungkap seorang pejabat AS kepada MEE.
Senjata dan perlengkapan kontraktor militer swasta tersebut kemungkinan akan dipasok oleh AS.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada MEE bahwa kisaran gaji tersebut melebihi apa yang pernah dibayarkan mantan perusahaan keamanan AS Blackwater kepada para veteran.
SRS tidak merahasiakan hubungannya dengan Gaza di LinkedIn. Ia mengunggah artikel yang sangat bagus dari ABC News pada bulan April, berjudul, "Bagaimana sekelompok 'ayah pinggiran kota' mengamankan pos pemeriksaan penting di 'koridor kematian' Gaza."
PBB Ungkap Tidak Ada Bantuan yang Didistribusikan di Gaza
SRS meningkatkan perekrutan di LinkedIn tepat saat AS melobi PBB dan negara-negara Eropa pada awal Mei untuk menyetujui Yayasan Kemanusiaan Gaza, untuk mengawasi distribusi bantuan.
Siapakah Phil Reilly dan Perusahaannya SRS?
MEE tidak dapat mengidentifikasi perekrut, Ali Ali, yang memiliki 13 koneksi LinkedIn dan tidak memiliki foto profil.
Namun, SRS dipimpin mantan perwira paramiliter CIA Phil Reilly, yang pernah bertugas di Asia, Afghanistan, dan Irak.
Dua mantan pejabat AS mengatakan kepada MEE bahwa Reilly telah mendapatkan kepercayaan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan beberapa pengusaha Israel yang dekat dengannya.
Perusahaannya telah lama menjadi favorit untuk mengamankan bantuan kemanusiaan ke Gaza dalam proyek yang menurut seorang pengusaha Israel dapat mencapai kontrak senilai "ratusan juta dolar".
SRS adalah salah satu kontraktor militer swasta yang bertanggung jawab mengamankan Koridor Netzarim Gaza selama gencatan senjata yang berlangsung singkat.
Pertempuran di Gaza sempat berhenti pada bulan Januari tetapi berlanjut lagi pada bulan Maret ketika Israel secara sepihak melanjutkan serangan ke daerah kantong tersebut.
Menurut laporan Reuters pada bulan Januari, kontraktor AS dibayar USD1.100 sehari untuk bekerja di Gaza, dengan uang muka USD10.000 untuk para veteran.
“Pekerjaan SRS selama gencatan senjata pertama sebagian besar dibayar oleh AS dan negara-negara Teluk,” ungkap seorang pejabat AS kepada MEE.
Senjata dan perlengkapan kontraktor militer swasta tersebut kemungkinan akan dipasok oleh AS.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada MEE bahwa kisaran gaji tersebut melebihi apa yang pernah dibayarkan mantan perusahaan keamanan AS Blackwater kepada para veteran.
SRS tidak merahasiakan hubungannya dengan Gaza di LinkedIn. Ia mengunggah artikel yang sangat bagus dari ABC News pada bulan April, berjudul, "Bagaimana sekelompok 'ayah pinggiran kota' mengamankan pos pemeriksaan penting di 'koridor kematian' Gaza."
PBB Ungkap Tidak Ada Bantuan yang Didistribusikan di Gaza
SRS meningkatkan perekrutan di LinkedIn tepat saat AS melobi PBB dan negara-negara Eropa pada awal Mei untuk menyetujui Yayasan Kemanusiaan Gaza, untuk mengawasi distribusi bantuan.
Lihat Juga :