3 Fakta Joe Biden Terkena Kanker, Seberapa Parah Penyakitnya?

Selasa, 20 Mei 2025 - 18:43 WIB
loading...
3 Fakta Joe Biden Terkena...
Mantan Presiden AS Joe Biden dan mantan ibu negara Jill Biden bagikan gambar pada Senin pagi setelah diagnosisnya diumumkan. Foto/@JoeBiden/X
A A A
WASHINGTON - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden baru-baru ini menjadi perhatian usai dikabarkan didiagnosis menderita kanker prostat agresif. Kabar tersebut diketahui berdasarkan pernyataan dari kantor pribadinya beberapa waktu lalu.

"Minggu lalu, Presiden Joe Biden diperiksa karena ditemukannya nodul prostat baru setelah mengalami peningkatan gejala saluran kemih. Pada hari Jumat, dia didiagnosis menderita kanker prostat, yang ditandai dengan skor Gleason 9 (Kelompok Tingkat 5) dengan metastasis ke tulang," bunyi pernyataan kantor tersebut, dikutip Selasa (20/5/2025).

Tentu, kabar ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Biden yang kini berusia 82 tahun telah lama dikenal sebagai figur publik yang aktif, baik selama menjabat sebagai presiden ke-46 AS maupun setelah masa jabatannya berakhir. Terlebih, kanker prostat sendiri terbilang sangat berbahaya.

Fakta Joe Biden Terkena Kanker

1. Berada pada Skor Gleason 9


Setelah dilakukan pemeriksaan, hasil biopsi menunjukkan kanker prostat dengan skor Gleason 9. Angka tersebut menunjukkan tingkat agresivitas tinggi dan penyebaran cepat.

Melansir Al Jazeera, kanker prostat biasanya dipastikan melalui biopsi, suatu prosedur yang mengharuskan jaringan dikumpulkan untuk memeriksa tanda-tanda penyakit.

Nah, nantinya akan diketahui skor gleason yang menilai seberapa agresif kanker prostat dengan memeriksa penampilan sel kanker di bawah mikroskop. Skor 9 atau 10 dianggap sebagai bentuk kanker yang sangat agresif.

2. Kanker Prostat Biden Sensitif terhadap Hormon


Meski kanker prostat Biden tergolong agresif, kabar baiknya adalah kanker ini sensitif terhadap hormon, khususnya androgen, yang merupakan hormon pria seperti testosteron. Hal tersebut diketahui berdasarkan pernyataan dari kantor Biden.

American Cancer Society mencatat jenis kanker prostat spesifik ini dapat diobati menggunakan terapi deprivasi androgen. Prosedur tersebut memungkinkan pengurangan kadar androgen untuk menghentikannya memicu pertumbuhan sel kanker prostat.

Sementara itu, Johns Hopkins Medicine mengatakan rata-rata tingkat kelangsungan hidup lima tahun untuk kanker prostat hampir 100% setelah diagnosis. Namun, angkanya bisa turun menjadi 28% jika kanker telah bermetastasis sebagaimana yang terjadi dalam kasus Biden.

Menurut pernyataan kantor Biden, terapi pengobatan diharapkan dapat mengelola gejala dan memperlambat perkembangan kanker, meski tidak dapat menyembuhkan sepenuhnya.

Biden dan keluarganya saat ini terus mengevaluasi opsi pengobatan bersama tim medisnya untuk memastikan penanganan yang optimal.

3. Reaksi Banyak Pihak


Kabar Joe Biden yang mengidap kanker mendapat tanggapan beragam. Salah satunya datang dari Donald Trump yang pernah dikalahkan Biden dalam pemilihan umum 2020.

Melalui unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, Trump mendoakan Biden pemulihan yang cepat dan sukses.

Senada, mantan Presiden Barack Obama memberi doa untuk Biden.

"Tidak ada seorang pun yang telah berbuat lebih banyak untuk menemukan pengobatan terobosan untuk kanker dalam segala bentuknya selain Joe, dan saya yakin dia akan melawan tantangan ini dengan tekad dan keanggunannya yang menjadi ciri khasnya," tulis Obama di X.

Sementara itu, Kamala Harris yang menjadi kandidat presiden Partai Demokrat pada 2024 juga mengaku sedih saat mendengar diagnosis Biden. Ia menyebut Biden sebagai sosok pejuang yang akan selalu tantangan ini dengan kekuatan, ketahanan, dan optimisme.

Demikian ulasan mengenai sejumlah fakta Joe Biden didiagnosis kanker.

Baca juga: Duterte Menang pada Pemilu, Bagaimana Bisa Jadi Wali Kota ketika Ditahan di ICC?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Harga BBM di AS Belum...
Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu
Rekomendasi
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Lebih dari 20.000 ATM...
Lebih dari 20.000 ATM Terhubung, Layanan Tarik Tunai Gratis Dorong Inklusi Keuangan Masyarakat
Menembus Lima Abad Sejarah...
Menembus Lima Abad Sejarah Jakarta dari Kamar House of Tugu di Kota Tua
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
3 Fakta Ledakan Pelabuhan...
3 Fakta Ledakan Pelabuhan Terbesar Iran yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved