23 Negara Marah atas Tindakan Netanyahu Batasi Bantuan ke Gaza

Selasa, 20 Mei 2025 - 15:19 WIB
loading...
A A A
"Makanan, obat-obatan, dan persediaan penting telah habis. Penduduk menghadapi kelaparan. Warga Gaza harus menerima bantuan yang sangat mereka butuhkan," bunyi pernyataan 23 negara tersebut, yang diterbitkan di situs resmi Pemerintah Inggris.

Rencana Netanyahu untuk mendistribusikan bantuan di Gaza belum diumumkan, tetapi Gaza Humanitarian Foundation(GHF) yang didukung Israel dan dipimpin Amerika Serikat diharapkan akan mendistribusikan makanan melalui kompleks militer.

Pembahasan lanjutan menunjukkan bahwa kepala keluarga diharapkan untuk mengumpulkan kotak-kotak seberat hingga 20 kg dengan persediaan makanan untuk beberapa hari dan perlengkapan kebersihan dasar seperti sabun untuk keluarga mereka.

Tidak akan ada ketentuan bagi mereka yang terlalu sakit atau lemah karena kelaparan untuk berjalan jauh melintasi lanskap Gaza yang hancur dengan beban berat.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyuarakan kekhawatiran tentang kapasitas GHF untuk memberikan bantuan yang cukup bagi penduduk wilayah tersebut.

Ke-23 negara menyuarakan kekhawatiran tentang usulan GHF, dengan menyatakan bahwa kelompok bantuan yang ada telah memiliki “kapasitas logistik, keahlian, dan jangkauan operasional untuk memberikan bantuan di seluruh Gaza kepada mereka yang sangat membutuhkannya”.

“PBB telah menyuarakan kekhawatiran bahwa model yang diusulkan tidak dapat memberikan bantuan secara efektif, dengan kecepatan dan skala yang dibutuhkan. Model ini membahayakan penerima manfaat dan pekerja bantuan, melemahkan peran dan independensi PBB dan mitra tepercaya kami, serta menghubungkan bantuan kemanusiaan dengan tujuan politik dan militer,” bunyi pernyataan bersama 23 negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Eks Presiden Korsel...
Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara Terkait Operasi Drone ke Korut
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Smotrich Serukan Penghancuran Gedung-Gedung di Ibu Kota Beirut
Rekomendasi
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Belanda vs Jepang 2-2, Kamada Buyarkan Kemenangan De Oranje
Jerman Unggul atas Curacao...
Jerman Unggul atas Curacao 3-1 di Babak Pertama, Tim Debutan Sempat Bikin Kejutan
Berita Terkini
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Infografis
Akankah Pengakuan Negara...
Akankah Pengakuan Negara Palestina Hentikan Perang Gaza?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved