Rudal Antarbenua RS-24 Yars Rusia Pengintimidasi Ukraina dan NATO Tak Meluncur, Ada Apa?

Selasa, 20 Mei 2025 - 11:17 WIB
loading...
Rudal Antarbenua RS-24...
Rudal balistik antarbenua RS-24 Yars Rusia yang mengintimidasi Ukraina dan NATO tidak meluncur, diduga karena Moskow membatalkan manuver tersebut. Foto/Sputnik
A A A
MOSKOW - Badan intelijen militer Ukraina atau GUR melaporkan bahwa Rusia akan meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) RS-24 Yars antara 18 hingga 19 Mei 2025. Namun, hingga pagi hari tanggal 19 Mei, tak ada peluncuran misil berkemampuan nuklir tersebut.

Laporan GUR sebelumnya berdasarkan aktivitas tidak biasa di dekat desa Svobodny di Oblast Sverdlovsk Rusia. Faktanya, tidak ada citra, telemetri, atau konfirmasi publik tentang peluncuran RS-24 yang terpantau.

"Untuk secara nyata menekan dan mengintimidasi Ukraina, dan juga negara-negara anggota Uni Eropa dan NATO, negara agresor Rusia bermaksud untuk melakukan peluncuran 'latihan-tempur' rudal balistik antarbenua RS-24 dari kompleks Yars," kata GUR dalam sebuah pernyataan.

Menurut analisis EU Today, yang mengutip para pakar pertahanan, Selasa (20/5/2025), tidak adanya konfirmasi visual—baik dari penduduk di dekat area peluncuran atau pengamat di sepanjang jalur penerbangan rudal yang diharapkan menuju Kura Test Range di Kamchatka—sangat menunjukkan bahwa manuver tersebut dibatalkan atau diduga gagal pada tahap awal.

Baca Juga: Rusia Bakal Luncurkan Rudal Antarbenua RS-24 Yars untuk Intimidasi Ukraina dan NATO

Area dekat Svobodny adalah rumah bagi Resimen ke-433 dari Divisi Rudal ke-42 Rusia, bagian dari Angkatan Darat ke-31 dari Pasukan Roket Strategis.

Peluncuran dari lokasi ini hampir pasti terekam dalam video atau dilaporkan oleh warga sipil di permukiman terdekat. Selain itu, rudal kelas ini akan dapat diamati di sebagian besar Siberia dan Timur Jauh Rusia—wilayah yang masih dipantau secara ketat, terutama oleh satelit pengintaian internasional dan intelijen sumber terbuka.

Para analis menunjukkan beberapa penjelasan yang masuk akal. Skenario yang paling mungkin adalah kegagalan teknis selama prosedur pra-peluncuran atau segera setelah penyebaran peluncur bergerak.

Sistem Yars, meskipun relatif modern, diketahui telah mengalami komplikasi di masa lalu. Pada tahun 2023, dua percobaan peluncuran uji coba dilaporkan berakhir dengan kegagalan karena anomali navigasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Tok! Kakek 61 Tahun...
Tok! Kakek 61 Tahun di Swedia Divonis Penjara gegara Paksa Istri Layani 120 Pria
Rekomendasi
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved