Trump Tinggalkan Jazirah Arab, Israel Luncurkan Operasi Militer Besar-besaran ke Gaza

Sabtu, 17 Mei 2025 - 15:35 WIB
loading...
A A A
Netanyahu telah berjanji untuk membasmi Hamas dengan strategi yang akan membuat militer menguasai lebih banyak wilayah di Gaza dan mendorong seluruh penduduk sipil ke wilayah yang lebih kecil di selatan.

Mengabaikan Seruan Trump

Serangan baru Israel terjadi di tengah apa yang tampaknya menjadi perbedaan yang semakin besar antara pemerintah AS dan Israel. Trump mengatakan minggu lalu bahwa ia ingin mengakhiri “perang brutal” di Gaza dan ia tidak mengunjungi Israel selama lawatannya ke Timur Tengah minggu ini.

Ia juga melewati Israel dua kali bulan ini dalam mencapai kesepakatan bilateral dengan kelompok militan regional. Hamas membebaskan seorang sandera Israel-Amerika minggu lalu, dan Houthi setuju untuk berhenti menembaki kapal-kapal Amerika di Laut Merah sambil berjanji untuk terus memerangi Israel.

Pada hari Rabu, Trump membantah bahwa Israel telah dikesampingkan. "Ini bagus untuk Israel," katanya. Namun pada hari Kamis, ia mengatakan bahwa ia ingin AS "mengambil alih" Gaza dan mengubahnya menjadi "zona kebebasan."

"Saya punya konsep untuk Gaza yang menurut saya sangat bagus, menjadikannya zona kebebasan, biarkan Amerika Serikat terlibat dan menjadikannya hanya zona kebebasan," kata Trump di Qatar.

Saat berada di Teluk, Trump juga mengakui bahwa orang-orang di Gaza kelaparan dan mengatakan AS akan "mengatasi situasi di Gaza."

"Kami sedang melihat Gaza. Dan kami akan mengatasinya. Banyak orang yang kelaparan," katanya kepada wartawan di Abu Dhabi.

Baca Juga: Konflik India Pakistan Diciptakan Menjadi Perang Abadi

Kondisi Mengerikan di Gaza

Sementara itu, badan-badan PBB menyerukan tindakan segera karena situasi warga sipil semakin mengerikan.

Sekitar 436.000 orang diperkirakan telah mengungsi secara paksa sejak Maret, menurut laporan dari badan PBB untuk pengungsi Palestina, ketika Israel meluncurkan operasi darat baru sebagai bagian dari serangan barunya di daerah kantong itu.

Selama hampir 11 minggu, Israel telah memberlakukan pengepungan total di Gaza, menolak masuknya makanan, pasokan medis, dan bantuan lainnya kepada lebih dari 2 juta warga Palestina yang tinggal di wilayah itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Janggal, Jubir Angkatan...
Janggal, Jubir Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tewas akibat Kecelakaan
Rekomendasi
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina! Pertamax Tetap, Turbo Turun Jadi Rp19.300/Liter
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Berita Terkini
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Infografis
Militer China Kepung...
Militer China Kepung Taiwan untuk Simulasi Invasi Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved