Bara Dendam Masih Tersimpan, Berikut 5 Sisa Konflik India dan Pakistan

Minggu, 18 Mei 2025 - 04:55 WIB
loading...
Bara Dendam Masih Tersimpan,...
Bara dendam masih tersimpan karena adanya sisa konflik India dan Pakistan. Foto/AI
A A A
ISLAMABAD - Beberapa hari setelah India dan Pakistan menyetujui gencatan senjata, masih ada pertanyaan mengenai apa yang akan terjadi pada kedua negara tetangga Asia Selatan tersebut.

Pada awal 7 Mei, India melancarkan serangan udara ke Pakistan dan Kashmir yang dikelola Pakistan sebagai tanggapan atas serangan militan yang mematikan terhadap wisatawan di Kashmir yang dikelola India (Islamabad membantah terlibat dalam serangan tersebut).

Apa yang terjadi selanjutnya adalah empat hari penembakan hebat dan serangan udara antara kedua negara bersenjata nuklir tersebut, hingga pengumuman gencatan senjata yang mengejutkan pada hari Sabtu.

Namun - bahkan dengan memperhitungkan hubungan yang biasanya tegang antara India dan Pakistan - keadaan masih jauh dari normal.

Gencatan senjata yang rapuh, yang kini memasuki hari keempat, masih berlaku saat kehidupan perlahan mulai kembali normal di kota-kota di sepanjang perbatasan de facto antara India dan Pakistan.

Sementara itu, beberapa hari sebelum meluncurkan operasi militer, India telah mengumumkan serangkaian tindakan diplomatik terhadap Pakistan, termasuk menangguhkan perjanjian pembagian air utama, menghentikan sebagian besar visa, dan menghentikan semua perdagangan.

Sebagai tanggapan, Islamabad mengumumkan serangkaian tindakan balasannya sendiri, termasuk penangguhan visa bagi warga India, larangan perdagangan, dan penutupan wilayah udaranya untuk penerbangan India.

Bara Dendam Masih Tersimpan, Berikut 5 Sisa Konflik India dan Pakistan

1. India Menangguhkan Perjanjian Perairan Indus

Dalam komentar publik pertamanya tentang serangan itu, Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan, "Sikap India sangat jelas - teror dan perundingan tidak dapat berjalan beriringan."

"Air dan darah tidak dapat mengalir bersama," tambahnya, dilansir BBC.

Komentarnya selaras dengan laporan media yang mengutip sumber yang mengatakan bahwa perjanjian pembagian air utama antara India dan Pakistan, yang dikenal sebagai Perjanjian Perairan Indus (IWT), masih ditangguhkan.

Perjanjian tahun 1960, yang ditengahi oleh Bank Dunia, mengatur pembagian air enam sungai di cekungan Indus antara kedua negara.

IWT telah bertahan dari dua perang antara kedua negara dan dianggap sebagai contoh pengelolaan air lintas batas, hingga penangguhan akhir bulan lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Iran Nyatakan Selat...
Iran Nyatakan Selat Hormuz Tetap Ditutup Sampai AS Penuhi Syarat Teheran
Dituduh Trump Campuri...
Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China
Rekomendasi
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
Krisdayanti Jadi Bintang...
Krisdayanti Jadi Bintang Tamu Konser Afgan, Duet Spektakuler Bikin Penonton Heboh
Dukung Fatwa Haram MUI...
Dukung Fatwa Haram MUI Jatim, Kadin dan APVI Tegaskan Produk Vape Legal Bebas Narkoba
Berita Terkini
Perang Iran Makin Panas,...
Perang Iran Makin Panas, AS Kerahkan Banyak Jet Tempur Siluman F-35 ke Timur Tengah
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
2 Tentaranya Tewas,...
2 Tentaranya Tewas, AS Luncurkan Serangan Baru untuk Menghukum Iran dengan Cepat
Presiden Donald Trump...
Presiden Donald Trump Sedih 2 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran
Tambah 2 Lagi, Total...
Tambah 2 Lagi, Total 16 Tentara AS Tewas dalam Perang Melawan Iran
Mojtaba Khamenei: Tanda...
Mojtaba Khamenei: Tanda Tangan Trump di MoU AS-Iran Tak Berharga dan Tak Miliki Kredibilitas!
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved