Bara Dendam Masih Tersimpan, Berikut 5 Sisa Konflik India dan Pakistan

Minggu, 18 Mei 2025 - 04:55 WIB
loading...
A A A
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebelumnya mengatakan bahwa ia yakin masalah air dengan India akan diselesaikan melalui perundingan damai.

Keputusan India untuk menangguhkan perjanjian tersebut menandai perubahan diplomatik yang signifikan. Pakistan sangat bergantung pada sungai-sungai ini untuk pertanian dan pasokan air sipil.

"Air tidak dapat dijadikan senjata," Menteri Keuangan Pakistan Muhammad Aurangzeb mengatakan kepada kantor berita Reuters pada hari Senin, seraya menambahkan bahwa "penarikan sepihak tidak memiliki dasar hukum".

Namun para ahli mengatakan hampir mustahil bagi India untuk menahan puluhan miliar meter kubik air dari sungai-sungai barat selama periode aliran tinggi. India tidak memiliki infrastruktur penyimpanan besar-besaran dan kanal-kanal ekstensif yang diperlukan untuk mengalihkan volume tersebut. Namun, jika India mulai mengendalikan aliran dengan infrastruktur yang ada dan yang potensial, Pakistan dapat merasakan dampaknya selama musim kemarau.

Segera setelah India menangguhkan IWT, Pakistan mengancam akan menangguhkan perjanjian damai tahun 1972 yang disebut Perjanjian Simla, yang menetapkan Garis Kontrol, atau perbatasan de facto antara kedua negara. Sejauh ini, India belum menangguhkan hal ini.

Baca Juga: Konflik India Pakistan Diciptakan Menjadi Perang Abadi

2. Penangguhan Visa dan Pengusiran Diplomat

India mengurangi hubungan diplomatiknya dengan Pakistan sebagai bagian dari tindakan balasannya.

India mengusir semua atase pertahanan Pakistan, menyatakan mereka "persona non grata" (tidak diinginkan) dan mengumumkan akan menarik penasihat pertahanannya sendiri dari komisi tingginya di Islamabad.

Pakistan menanggapi dengan langkah serupa. Kedua negara mengurangi staf di komisi tinggi masing-masing.

Baik India maupun Pakistan juga menangguhkan hampir semua visa yang diberikan kepada orang-orang dari negara lain.

3. Penutupan Perbatasan

Sebagai bagian dari tindakan balasan mereka, baik India maupun Pakistan menutup perbatasan Attari-Wagah, satu-satunya jalur darat antara kedua negara.

Perbatasan, yang dijaga ketat dan memerlukan izin khusus untuk menyeberang, telah lama digunakan oleh orang-orang yang mengunjungi anggota keluarga, menghadiri pernikahan, atau berhubungan kembali dengan orang-orang terkasih di seberang perbatasan.

Kedua negara awalnya memberi warga negara mereka sedikit waktu untuk kembali, tetapi batas waktunya kemudian diperpanjang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Wabah Ebola RD Kongo...
Wabah Ebola RD Kongo Tembus 2.000 Kasus, Tewaskan 754 Korban
Kerap Cekcok, PM Spanyol...
Kerap Cekcok, PM Spanyol Sanchez dan Trump Bakal Hadiri Final Piala Dunia
Rekomendasi
Wagub Rano Minta Sudirman-Thamrin...
Wagub Rano Minta Sudirman-Thamrin Jadi Ruang Seni saat Jakarta Berusia 500 Tahun
Ceramah di Sekolah Alazka,...
Ceramah di Sekolah Alazka, KH Anwar Zahid Minta Orang Tua Dampingi Anak Main HP
Pengalihan Kasus Febrie...
Pengalihan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, YLBHI Desak KPK Ambil Alih Penyidikan
Berita Terkini
Khawatir Asia Timur...
Khawatir Asia Timur Jadi Medan Perang, Menhan Jepang: Senjata Nuklir Tak Bisa Dihindari
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Mengapa Yordania Jadi...
Mengapa Yordania Jadi Bulan-bulanan Serangan Iran, Termasuk Tewaskan 2 Tentara AS?
Perang Iran Makin Sengit,...
Perang Iran Makin Sengit, AS Keluarkan Travel Warning Seluruh Dunia untuk Warganya
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved