Kenapa India dan Pakistan Pisah? Ternyata Ini Penyebabnya

Jum'at, 16 Mei 2025 - 20:01 WIB
loading...
A A A
Dr Gareth Price dari lembaga kebijakan luar negeri Chatham House mengungkap saat India hendak memperoleh kemerdekaan, banyak warga India Muslim khawatir. Sebab, nantinya mereka akan tinggal di negara yang diperintah mayoritas Hindu.

Pada akhirnya, sebagian dari mereka mulai mendukung para pemimpin politik yang berkampanye untuk tanah air Muslim yang terpisah.

Padahal, sejumlah pemimpin gerakan kemerdekaan seperti Mohandas Gandhi dan Jawaharlal Nehru sebelumnya menginginkan India bersatu yang merangkul semua agama.

Satu sosok di antaranya yang tidak setuju dengan usulan Gandhi adalah Muhammad Ali Jinnah. Ia yang dulunya menjadi pemimpin Liga Muslim Seluruh India menuntut pemisahan sebagai bagian dari penyelesaian kemerdekaan.

Jinnah lalu mengusulkan pembentukan negara terpisah bernama Pakistan yang berarti "Tanah yang Suci" untuk umat Muslim India.

Tuntutan tersebut semakin kuat setelah terjadinya kerusuhan sektarian dan persaingan politik yang sengit.

Pada akhirnya, Inggris menyetujui pembagian wilayah India menjadi dua negara merdeka, yaitu India dan Pakistan.

Melansir ItvX, pemerintah kolonial Inggris kemudian menunjuk seorang pegawai negeri bernama Sir Cyril Radcliffe guna menyusun batas wilayah antara India dan Pakistan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
Trump: Uranium Iran...
Trump: Uranium Iran Akan Dimusnahkan
Rekomendasi
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Tim Putri UBAYA dan...
Tim Putri UBAYA dan Tim Putra Perbanas Juara Campus League Basketball Season 1 2026
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Berita Terkini
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved