Petualangan Laut Merah Habiskan Stok Amunisi Pertahanan Udara AS
Kamis, 15 Mei 2025 - 20:00 WIB
loading...
Pesawat lepas landas dari kapal induk USS Harry S. Truman di Laut Merah sebelum serangan udara di Sana’a, Yaman, 15 Maret 2025. Foto/irna
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah menggunakan sejumlah besar amunisi pertahanan udara untuk melawan Houthi sejak Oktober 2023 dan kini tengah mengisi kembali persediaannya dengan bantuan industri.
Hal itu diungkap Sekretaris Angkatan Laut AS John Phelan pada hari Rabu (14/5/2025).
"Keterlibatan berkelanjutan di Laut Merah telah mempertajam fokus saya pada persediaan amunisi kami. Sejak Oktober 2023, kapal-kapal Angkatan Laut telah terlibat dalam operasi tempur melawan pemberontak Houthi, menghabiskan banyak amunisi pertahanan udara yang kami kerjakan bersama industri untuk diisi ulang," ungkap Phelan dalam pernyataan tertulis di hadapan Komite Alokasi DPR.
Gerakan Ansar Allah atau Houthi, yang memerintah Yaman utara dan menguasai sebagian besar pantai Laut Merah Yaman, menyatakan dukungannya terhadap Palestina pada akhir tahun 2023 dan berjanji akan menyerang kapal mana pun yang terkait dengan Israel setelah negara Yahudi itu melancarkan serangan militer di Jalur Gaza sejak Oktober 2023.
Gerakan Houthi berjanji tidak akan mengganggu kebebasan navigasi di wilayah tersebut. Beberapa perusahaan menghentikan pengiriman melalui Laut Merah karena masalah keamanan.
Hal itu diungkap Sekretaris Angkatan Laut AS John Phelan pada hari Rabu (14/5/2025).
"Keterlibatan berkelanjutan di Laut Merah telah mempertajam fokus saya pada persediaan amunisi kami. Sejak Oktober 2023, kapal-kapal Angkatan Laut telah terlibat dalam operasi tempur melawan pemberontak Houthi, menghabiskan banyak amunisi pertahanan udara yang kami kerjakan bersama industri untuk diisi ulang," ungkap Phelan dalam pernyataan tertulis di hadapan Komite Alokasi DPR.
Gerakan Ansar Allah atau Houthi, yang memerintah Yaman utara dan menguasai sebagian besar pantai Laut Merah Yaman, menyatakan dukungannya terhadap Palestina pada akhir tahun 2023 dan berjanji akan menyerang kapal mana pun yang terkait dengan Israel setelah negara Yahudi itu melancarkan serangan militer di Jalur Gaza sejak Oktober 2023.
Gerakan Houthi berjanji tidak akan mengganggu kebebasan navigasi di wilayah tersebut. Beberapa perusahaan menghentikan pengiriman melalui Laut Merah karena masalah keamanan.
Lihat Juga :