Pendiri Ben & Jerry's Ditangkap karena Protes Perang Brutal Israel di Gaza
Kamis, 15 Mei 2025 - 09:07 WIB
loading...
A
A
A
Assange menghadapi 18 dakwaan di AS, termasuk 17 dakwaan berdasarkan Undang-Undang Spionase, terkait dengan publikasi dokumen rahasia.
Pada bulan Maret, Ben & Jerry's yang berkantor pusat di Vermont mengatakan bahwa pimpinannya, David Stever, dipecat karena aktivisme sosial.
Stever, yang memulai kariernya di Ben & Jerry's pada tahun 1988 dan naik jabatan menjadi CEO pada tahun 2023, dicopot dari jabatannya oleh perusahaan induknya, Unilever.
Ben & Jerry's menuduh bahwa pemecatan ini disebabkan oleh komitmen teguh Stever terhadap misi sosial progresif perusahaan, termasuk sikap publiknya terhadap isu-isu seperti hak-hak Palestina dan kritik terhadap Presiden Donald Trump.
Merek es krim tersebut berpendapat bahwa tindakan Unilever melanggar perjanjian merger tahun 2000, yang membentuk dewan independen untuk melindungi nilai-nilai Ben & Jerry's dan mengharuskan konsultasi sebelum CEO dicopot.
Sebagai tanggapan, Ben & Jerry's mengajukan gugatan hukum di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York, dengan menyatakan bahwa campur tangan Unilever merusak otonomi merek dan upaya advokasi sosial. Perusahaan itu mengeklaim bahwa Unilever semakin berupaya membungkam aktivismenya, termasuk memblokir pernyataan yang mendukung gencatan senjata di Gaza dan peringatan seperti Bulan Sejarah Kulit Hitam.
Unilever, meskipun menyatakan kekecewaan atas pengungkapan masalah internal kepada publik, menyatakan bahwa mereka bertindak sesuai haknya berdasarkan perjanjian merger dan telah berusaha untuk bekerja sama dengan dewan direksi Ben & Jerry's dengan itikad baik. Bulan lalu, Unilever menyerukan agar gugatan tersebut dibatalkan.
Pada bulan Maret, Ben & Jerry's yang berkantor pusat di Vermont mengatakan bahwa pimpinannya, David Stever, dipecat karena aktivisme sosial.
Stever, yang memulai kariernya di Ben & Jerry's pada tahun 1988 dan naik jabatan menjadi CEO pada tahun 2023, dicopot dari jabatannya oleh perusahaan induknya, Unilever.
Ben & Jerry's menuduh bahwa pemecatan ini disebabkan oleh komitmen teguh Stever terhadap misi sosial progresif perusahaan, termasuk sikap publiknya terhadap isu-isu seperti hak-hak Palestina dan kritik terhadap Presiden Donald Trump.
Merek es krim tersebut berpendapat bahwa tindakan Unilever melanggar perjanjian merger tahun 2000, yang membentuk dewan independen untuk melindungi nilai-nilai Ben & Jerry's dan mengharuskan konsultasi sebelum CEO dicopot.
Sebagai tanggapan, Ben & Jerry's mengajukan gugatan hukum di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York, dengan menyatakan bahwa campur tangan Unilever merusak otonomi merek dan upaya advokasi sosial. Perusahaan itu mengeklaim bahwa Unilever semakin berupaya membungkam aktivismenya, termasuk memblokir pernyataan yang mendukung gencatan senjata di Gaza dan peringatan seperti Bulan Sejarah Kulit Hitam.
Unilever, meskipun menyatakan kekecewaan atas pengungkapan masalah internal kepada publik, menyatakan bahwa mereka bertindak sesuai haknya berdasarkan perjanjian merger dan telah berusaha untuk bekerja sama dengan dewan direksi Ben & Jerry's dengan itikad baik. Bulan lalu, Unilever menyerukan agar gugatan tersebut dibatalkan.
(mas)
Lihat Juga :