India Klaim Kerjai Sistem Rudal China yang Dikerahkan Pakistan dalam Pertempuran

Kamis, 15 Mei 2025 - 07:04 WIB
loading...
A A A
"Ini menunjukkan bahwa meskipun Pakistan berupaya untuk mengeksploitasi persenjataan canggih yang dipasok asing, jaringan pertahanan udara dan peperangan elektronik dalam negeri India tetap unggul," papar pemerintah India.

Badan Antariksa India (ISRO) juga memainkan peran penting, imbuh pernyataan tersebut.

Ketua ISRO V Narayanan telah menyebutkan pada 11 Mei bahwa setidaknya 10 satelit bekerja sepanjang waktu semata-mata untuk tujuan strategis guna memastikan keselamatan dan keamanan warga negara.

Mengulangi bahwa respons India terhadap terorisme yang terkait dengan Pakistan adalah disengaja, tepat, dan strategis, pernyataan tersebut secara khusus menyebutkan fakta bahwa India mengelola seluruh misi tanpa melintasi Garis Kontrol atau perbatasan internasional.

Memberikan rincian lebih lanjut tentang Operasi Sindoor dan peralatan pertahanan buatan India, pernyataan tersebut mengatakan, "Di luar kecemerlangan taktis, yang menonjol adalah integrasi mulus sistem teknologi tinggi dalam negeri ke dalam pertahanan nasional. Baik dalam peperangan pesawat nirawak, pertahanan udara berlapis, atau peperangan elektronik, Operasi Sindoor menandai tonggak sejarah dalam perjalanan menuju kemandirian teknologi dalam operasi militer."

Menjelaskan secara rinci peralatan yang digunakan oleh India, pernyataan tersebut mengatakan, "Sistem AD (Pertahanan Udara) yang telah teruji dalam pertempuran seperti Pechora, OSA-AK, dan senjata LLAD (senjata Pertahanan Udara tingkat rendah) digunakan. Selain itu, sistem dalam negeri seperti Akash menunjukkan kinerja yang luar biasa."

"Operasi Sindoor bukan sekadar kisah keberhasilan taktis. Ini adalah validasi kebijakan indigenisasi pertahanan India. Dari sistem pertahanan udara hingga drone, dari kemampuan anti-UAS hingga platform peperangan yang berpusat pada jaringan, teknologi dalam negeri telah memberikan hasil saat dibutuhkan. India telah berhasil menegaskan perannya sebagai kekuatan militer berteknologi tinggi di abad ke-21."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Brasil Resmi Gugat Keputusan...
Brasil Resmi Gugat Keputusan VAR ke FIFA, Gol Lionel Messi Ikut Terseret
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Membaca Kode Keras dalam...
Membaca Kode Keras dalam 15 Beat yang Muncul saat Kerusuhan Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved