Iran Terbuka untuk Pembatasan Pengayaan Uranium Sementara

Rabu, 14 Mei 2025 - 12:00 WIB
loading...
Iran Terbuka untuk Pembatasan...
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi. Foto/press tv
A A A
TEHERAN - Iran terbuka menerima pembatasan sementara pada pengayaan uraniumnya, menurut Wakil Menteri Luar Negeri Majid Takht-Ravanchi pada hari Selasa (13/5/2025).

Dia menambahkan pembicaraan dengan AS belum membahas hal-hal spesifik tersebut.

Teheran dan Washington pada hari Minggu mengadakan putaran keempat pembicaraan nuklir mereka, yang dimulai bulan lalu, menandai kontak tingkat tertinggi mereka sejak AS pada tahun 2018 menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015.

"Untuk jangka waktu terbatas, kami dapat menerima serangkaian pembatasan pada tingkat dan volume pengayaan," ungkap Wakil Menteri Luar Negeri Majid Takht-Ravanchi.

"Kami belum membahas secara rinci tentang tingkat dan volume pengayaan," ujar dia, dikutip kantor berita Tasnim.

Iran saat ini memperkaya uranium hingga kemurnian 60%, jauh di atas batas 3,67% yang ditetapkan dalam kesepakatan 2015 tetapi di bawah 90% yang dibutuhkan untuk material kelas senjata.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada hari Senin bahwa Iran adalah satu-satunya negara di dunia yang tidak memiliki senjata nuklir yang memperkaya uranium hingga ke tingkat tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada perundingan terakhir bahwa hak untuk memperkaya uranium adalah "tidak dapat dinegosiasikan," sementara Kepala Negosiator AS Steve Witkoff menyebutnya sebagai "garis merah."

Republik Islam tersebut mulai mencabut komitmennya terhadap kesepakatan tersebut setahun setelah penarikan AS.

Sejak kembali menjabat pada bulan Januari, Trump telah menghidupkan kembali pendekatan "tekanan maksimum" terhadap Teheran.

Sambil mendukung diplomasi nuklir, ia juga memperingatkan potensi aksi militer jika gagal.

Iran menggambarkan perundingan hari Minggu sebagai "sulit tetapi bermanfaat" sementara seorang pejabat senior AS mengatakan Washington "terdorong" dan kedua belah pihak mengonfirmasi rencana perundingan di masa mendatang.

“Perundingan tersebut diadakan dalam koordinasi penuh dengan pemimpin tertinggi,” ungkap Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menurut pernyataan kepresidenan pada hari Selasa.

"Dalam negosiasi, kami tidak akan mundur dari prinsip kami dengan cara apa pun, tetapi pada saat yang sama, kami tidak menginginkan ketegangan," papar dia.

Pada hari Selasa, Kepala Badan Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, menggambarkan industri nuklir negara itu sebagai "kekayaan dan kekuatannya," menurut kantor berita ISNA.

Meskipun ada pembicaraan, Washington terus memberlakukan sanksi yang menargetkan program nuklir dan industri minyak Iran, dengan yang terbaru diumumkan pada hari Senin.

"Tidak diragukan lagi ada banyak tekanan pada kami," ujar Ali Larijani, penasihat dekat pemimpin tertinggi Iran, sambil mencatat tidak semua masalah Iran disebabkan oleh sanksi.

Baca juga: Pakistan Ungkap India Gunakan Drone Israel dengan Mesin Buatan Inggris
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
AS Sebut Iran Bisa Hidup...
AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Alwi Farhan Jagokan...
Alwi Farhan Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo For The Last Dance!
Berita Terkini
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved