Kenapa India dan Pakistan Menjadi Musuh Bebuyutan ? Ini Sejarah Lengkapnya

Selasa, 13 Mei 2025 - 13:13 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 2025, ketegangan kembali meningkat setelah serangan terhadap wisatawan di Kashmir yang menewaskan puluhan orang. India menuduh kelompok militan yang berbasis di Pakistan sebagai pelaku, sementara Pakistan membantah keterlibatan. Serangan ini memicu serangkaian serangan udara dan artileri antara kedua negara, dengan korban jiwa di kedua belah pihak.

Amerika Serikat, yang sebelumnya enggan terlibat, akhirnya memediasi gencatan senjata untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Namun, gencatan senjata ini rapuh dan sering dilanggar, dengan kedua belah pihak saling menuduh melakukan pelanggaran. Upaya mediasi internasional seringkali terhambat oleh ketidakpercayaan dan kepentingan politik domestik masing-masing negara.

Salah satu isu krusial lainnya adalah Perjanjian Air Indus, yang telah menjadi sumber ketegangan baru. India mengancam akan mengurangi aliran air ke Pakistan, yang sangat bergantung pada sungai-sungai tersebut untuk pertanian dan kebutuhan sehari-hari. Langkah ini dianggap sebagai taktik tekanan yang dapat memperburuk hubungan kedua negara.

Selain konflik militer, hubungan sosial dan budaya antara India dan Pakistan juga terpengaruh. Pertukaran budaya, seperti pertandingan kriket dan kerja sama seni, telah berkurang drastis. Dulu, kriket menjadi jembatan diplomasi, namun kini pertandingan antara kedua negara jarang terjadi karena alasan keamanan dan politik.

Meskipun telah terjadi berbagai upaya perdamaian, termasuk pertemuan puncak dan dialog bilateral, hasilnya sering kali tidak bertahan lama. Setiap kali terjadi serangan teroris atau insiden militer, proses perdamaian kembali terhenti. Ketidakpercayaan yang mendalam dan tekanan politik domestik membuat penyelesaian konflik menjadi sangat sulit.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
Rekomendasi Short Drama...
Rekomendasi Short Drama China, First Marriage Bliss Tayang di V+Short
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Layanan, ShopeeFood Fokus Dorong Pengembangan Kompetensi Mitra Pengemudi
Berita Terkini
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved