Kenapa India dan Pakistan Menjadi Musuh Bebuyutan ? Ini Sejarah Lengkapnya
Selasa, 13 Mei 2025 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
Keputusan ini memicu kemarahan Pakistan dan menyebabkan Perang India-Pakistan pertama pada tahun 1947–1948. Perang ini berakhir dengan gencatan senjata yang dimediasi oleh PBB, namun tidak menyelesaikan status Kashmir secara permanen.
Perang kedua terjadi pada tahun 1965, ketika Pakistan melancarkan Operasi Gibraltar untuk menyusupkan pasukan ke Kashmir dengan tujuan memicu pemberontakan. Namun, operasi ini gagal dan berujung pada perang besar yang menyebabkan ribuan korban jiwa. Gencatan senjata kembali tercapai melalui intervensi diplomatik Uni Soviet dan Amerika Serikat, menghasilkan Deklarasi Tashkent.
Pada tahun 1971, konflik kembali memanas, kali ini terkait dengan krisis di Pakistan Timur (sekarang Bangladesh). India mendukung gerakan kemerdekaan di wilayah tersebut, yang menyebabkan perang ketiga antara India dan Pakistan. Perang ini berakhir dengan kemenangan India dan kemerdekaan Bangladesh, serta penandatanganan Perjanjian Simla yang menetapkan Garis Kontrol (Line of Control) di Kashmir.
Meskipun telah terjadi beberapa upaya perdamaian, ketegangan tetap tinggi. Pada tahun 1999, konflik Kargil meletus ketika pasukan Pakistan dan militan menyusup ke wilayah India di Kargil. India berhasil merebut kembali wilayah tersebut setelah pertempuran sengit, namun hubungan kedua negara kembali memburuk.
Sejak akhir 1980-an, wilayah Kashmir menjadi pusat pemberontakan bersenjata yang didukung oleh kelompok militan. India menuduh Pakistan mendukung kelompok-kelompok ini, sementara Pakistan menyatakan bahwa mereka hanya memberikan dukungan moral dan diplomatik kepada rakyat Kashmir. Konflik ini telah menyebabkan ribuan korban jiwa dan pelanggaran hak asasi manusia di kedua belah pihak.
Serangan teroris besar, seperti serangan Mumbai pada tahun 2008 dan serangan Pulwama pada tahun 2019, semakin memperburuk hubungan kedua negara. India menanggapi dengan melakukan serangan udara ke wilayah Pakistan, yang memicu ketegangan militer dan meningkatkan risiko eskalasi konflik.
Wikipedia
Perang kedua terjadi pada tahun 1965, ketika Pakistan melancarkan Operasi Gibraltar untuk menyusupkan pasukan ke Kashmir dengan tujuan memicu pemberontakan. Namun, operasi ini gagal dan berujung pada perang besar yang menyebabkan ribuan korban jiwa. Gencatan senjata kembali tercapai melalui intervensi diplomatik Uni Soviet dan Amerika Serikat, menghasilkan Deklarasi Tashkent.
Pada tahun 1971, konflik kembali memanas, kali ini terkait dengan krisis di Pakistan Timur (sekarang Bangladesh). India mendukung gerakan kemerdekaan di wilayah tersebut, yang menyebabkan perang ketiga antara India dan Pakistan. Perang ini berakhir dengan kemenangan India dan kemerdekaan Bangladesh, serta penandatanganan Perjanjian Simla yang menetapkan Garis Kontrol (Line of Control) di Kashmir.
Meskipun telah terjadi beberapa upaya perdamaian, ketegangan tetap tinggi. Pada tahun 1999, konflik Kargil meletus ketika pasukan Pakistan dan militan menyusup ke wilayah India di Kargil. India berhasil merebut kembali wilayah tersebut setelah pertempuran sengit, namun hubungan kedua negara kembali memburuk.
Sejak akhir 1980-an, wilayah Kashmir menjadi pusat pemberontakan bersenjata yang didukung oleh kelompok militan. India menuduh Pakistan mendukung kelompok-kelompok ini, sementara Pakistan menyatakan bahwa mereka hanya memberikan dukungan moral dan diplomatik kepada rakyat Kashmir. Konflik ini telah menyebabkan ribuan korban jiwa dan pelanggaran hak asasi manusia di kedua belah pihak.
Serangan teroris besar, seperti serangan Mumbai pada tahun 2008 dan serangan Pulwama pada tahun 2019, semakin memperburuk hubungan kedua negara. India menanggapi dengan melakukan serangan udara ke wilayah Pakistan, yang memicu ketegangan militer dan meningkatkan risiko eskalasi konflik.
Wikipedia
Lihat Juga :