PM India Narendra Modi: Pakistan Panik dan Memohon Gencatan Senjata

Selasa, 13 Mei 2025 - 08:11 WIB
loading...
PM India Narendra Modi:...
Serangan rudal India yang hantam wilayah Pakistan pekan lalu. PM India Narendra Modi sebut Pakistan yang memohon untuk gencatan senjata. Foto/Sky News
A A A
NEW DELHI - Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi mengatakan pihak Pakistan-lah yang memohon untuk gencatan senjata dengan menelepon para pemimpin dunia agar intervensi.

Itu disampaikan Modi dalam pidato Senin malam—pidato pertama sejak konflik India dan Pakistan pecah pekan lalu dan dihentikan oleh kesepakatan gencatan senjata.

Dalam pidato berdurasi 22 menit, Modi memberikan gambaran umum tentang bagaimana serangan pesawat nirawak dan rudal India melampaui apa yang dapat dibayangkan Pakistan.

Baca Juga: PM India Ultimatum Pakistan: Serangan Belum Berakhir, Hanya Ditunda!

Menurutnya, Pakistan terkejut dan dilanda kepanikan dengan melakukan panggilan telepon panik ke seluruh dunia, meminta intervensi.

Pada akhirnya, kata Modi, dialog tingkat DGMO (direktur jenderal operasi militer) dimulai dan Pakistan meminta gencatan senjata.

"Hanya ketika Pakistan memohon kepada India dan berjanji bahwa mereka tidak akan terlibat dalam segala jenis kegiatan teror atau tindakan militer yang nekat di masa mendatang, India mempertimbangkan gencatan senjata," katanya, seperti dikutip dari NDTV, Selasa (13/5/2025).

Dia juga menceritakan bagaimana serangan presisi dan kuat India telah membuat Pakistan sangat frustrasi, mendorong Islamabad ke dalam keputusasaan.

"Pakistan telah berencana untuk menyerang perbatasan India (seema), tetapi kami menyerang mereka di jantung (seena)," kata PM Modi saat dia menyebutkan "universitas teroris" seperti Bhawalpur dan Muridke di provinsi Punjab Pakistan.

"Serangan teroris besar di dunia, baik itu 9/11, pengeboman London Tube, atau serangan teroris besar yang telah terjadi di India dalam beberapa dekade terakhir—akarnya entah bagaimana terhubung dengan tempat persembunyian teroris ini," paparnya.
"Dengan serangan presisinya, India tidak hanya menghancurkan infrastruktur teror Pakistan, tetapi juga menghancurkan moral mereka," imbuh Modi.

Dalam peringatan lain kepada Islamabad dan Rawalpindi (markas besar tentara Pakistan), Modi mengatakan, "Operasi Sindoor bukan hanya sebuah operasi, tetapi perubahan doktrinal dalam kebijakan India untuk memerangi teror."

Operasi Sindoor adalah hal yang biasa, kata PM Modi, seraya menambahkan, "India akan menyerang di mana pun basis teroris berada, dan akan melakukannya dengan tegas jika negara kita diserang."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Restoran Pizza Hut Dijual...
Restoran Pizza Hut Dijual Rp47,8 Triliun, Ini Pemilik Barunya
Rekomendasi
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Berita Terkini
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved