Setelah Memberontak 31 Tahun dan Menewaskan 40.000 Orang, PKK Membubarkan Diri

Senin, 12 Mei 2025 - 14:53 WIB
loading...
Setelah Memberontak...
PPK atau dikenal sebagai pemberontak Kurdi membubarkan diri. Foto/X/@LeeGolden6
A A A
ANKARA - Partai Pekerja Kurdistan, atau PKK, yang dikenal sebagai kelompok pemberontak mengumumkan bahwa mereka berencana untuk bubar dan melucuti senjata dalam sebuah langkah yang menjanjikan berakhirnya konflik selama puluhan tahun dengan Turki .

Langkah ini diumumkan pada Senin oleh Kantor Berita Firat, sebuah media yang dekat dengan kelompok tersebut. Sebagai bagian dari inisiatif perdamaian baru dengan Ankara yang dirancang untuk mengakhiri kekerasan selama empat dekade, rencana pembubaran ini muncul beberapa hari setelah PKK mengadakan kongres partai di Irak utara.

Setelah kongres pada hari Jumat, kelompok tersebut mengatakan bahwa mereka telah mencapai keputusan "bersejarah" yang akan segera dibagikan kepada publik.

Firat melaporkan bahwa pernyataan oleh pemimpin PKK Abdullah Ocalan yang menguraikan "perspektif dan usulannya" dibacakan selama kongres.

Baca Juga: Mengapa India dan Pakistan Sepakat Melakukan Gencatan Senjata?

Melansir Al Jazeera, pada bulan Februari, Ocalan – yang telah dipenjara sejak 1999 – menyerukan kepada kelompok tersebut untuk meletakkan senjata dan membubarkan diri dalam upaya untuk mengakhiri konflik, yang telah merenggut sekitar 40.000 nyawa sejak tahun 1980-an.

PKK yang dilarang, yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki dan sebagian besar negara Barat, mengumumkan gencatan senjata beberapa hari kemudian tetapi telah menetapkan persyaratan untuk bubar, termasuk pembentukan mekanisme hukum untuk perundingan damai.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Berita Terkini
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved