Presiden Negara NATO Sebut Jalan Kemenangan Perang Ukraina atas Rusia Telah Hancur

Minggu, 11 Mei 2025 - 11:35 WIB
loading...
Presiden Negara NATO...
Presiden Bulgaria Rumen Radev sebut jalan Ukraina menuju kemenangan perang atas Rusia telah hancur. Foto/The New York Times
A A A
SOFIA - Presiden Bulgaria Rumen Radev mengatakan gagasan Ukraina menang perang atas Rusia adalah mustahil. Presiden dari negara anggota NATO tersebut kemudian mempertanyakan tujuan Uni Eropa memperpanjang perang Kyiv-Moskow dengan terus memasok senjata ke Ukraina.

Menurut Radev, jalan Kyiv menuju kemenangan perang atas Rusia "telah hancur". Dia membuat pernyataan itu dalam sebuah posting Facebook pada hari Jumat, bertepatan dengan perayaan Hari Kemenangan Rusia di Moskow yang menandai peringatan 80 tahun kemenangan Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

Radev mengatakan perang Rusia-Ukraina merupakan "tragedi zaman kita", di mana beberapa dekade setelah Perang Dunia II, perselisihan internasional di Eropa sekali lagi diselesaikan dengan cara militer.

Baca Juga: Ini Jawaban Rusia setelah Ditekan untuk Gencatan Senjata 30 Hari dengan Ukraina

“Eropa tidak memiliki visinya sendiri untuk mengakhiri [perang Rusia-Ukraina] dan membangun perdamaian, tetapi terus berinvestasi dalam tujuan yang, menurut pendapat saya, sudah pasti gagal,” tulis pemimpin Bulgaria tersebut.

Dia menambahkan bahwa mencurahkan lebih banyak senjata ke Ukraina tidak akan membawa perdamaian lebih dekat, menyebutnya sebagai “harapan utopis” yang justru mengarah pada kebalikannya–-bahkan lebih banyak korban, kehancuran, dan hilangnya wilayah Ukraina setiap hari.

Radev lantas mempertanyakan tujuan Uni Eropa dalam memperpanjang perang Rusia-Ukraina.

“Apakah Eropa takut akan kembalinya perdamaian? Karena kembalinya perdamaian juga berarti mengembalikan perhatian publik pada krisis yang membara di negara dan masyarakat kita,” katanya, menekankan bahwa Eropa harus belajar dari pelajaran Perang Dunia II, meninggalkan pendekatan militeristiknya, dan sebaliknya berfokus pada solusi diplomatik.

“Eropa harus ingat bahwa persatuan dan kemakmuran dapat terwujud berkat upaya bersama untuk memberantas persaingan, kebencian, dan pertikaian yang menyebabkan Perang Dunia Kedua,” katanya, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (11/5/2025).

Radev menentang pengiriman bantuan militer ke Kyiv dan merupakan salah satu dari sedikit pemimpin Uni Eropa yang menentang sikap garis keras Brussels terhadap Moskow.

Rusia telah memperingatkan agar tidak memberikan bantuan militer Barat kepada Ukraina, dengan mengatakan hal itu hanya akan memperpanjang konflik.

Moskow menawarkan gencatan senjata selama 72 jam dari tengah malam tanggal 8 Mei hingga tengah malam tanggal 11 Mei untuk memperingati Hari Kemenangan Perang Dunia II, dengan menggambarkan tawaran tersebut sebagai isyarat kemanusiaan yang bertujuan untuk membuka jalan bagi perundingan perdamaian langsung tanpa prasyarat.

Ukraina menepis tawaran tersebut sebagai “manipulasi” dan menuntut gencatan senjata selama 30 hari sebagai gantinya.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan Ukraina melancarkan beberapa serangan dari berbagai jenis, termasuk empat upaya penyerbuan lintas batas ke wilayah Rusia di Kursk dan Belgorod, menyusul deklarasi gencatan senjata Rusia. Sebaliknya, Ukraina mengatakan sebaliknya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Efisiensi, Malaysia...
Efisiensi, Malaysia Tambah WFH bagi PNS Jadi 2 Hari Setiap Pekan
Rekomendasi
Kontroversi Warnai Laga...
Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Sebut Kanada Seharusnya Dapat Penalti
HKBP 165 Padel Series...
HKBP 165 Padel Series III Bekasi Tarik Antusias 140 Peserta, Siap Berlanjut ke Bandung
Pelatih Korea Selatan...
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Negaranya Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Berita Terkini
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Infografis
Sistem Perang Elektronik...
Sistem Perang Elektronik Rusia Bikin Senjata NATO Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved